suplemenGKI.com

Amsal 25:6-7.

 

Janganlah Meninggikan Diri.

Pengantar:
Suatu kali di sebuah desa kedatangan rombongan peneliti flora dan fauna langka. Dalam rombongan itu terdiri dari seorang ahli, beberapa asisten dan seorang pembawa logistik. Pada acara pertemuan dengan warga, kepala desa mempersilahkan rombongan untuk duduk di kursi-2 khusus yang telah disiapkan. Ketika akan mempersilahkan rombongan untuk menjelaskan misi mereka, pandangan kepala desa tertuju kepada bapak yang duduk paling tengah di antara rombongan itu dan mempersilahkannya untuk berpidato. Karena bapak tersebut sebenarnya hanya pembawa logistik, maka dia hanya duduk diam dengan muka pucat tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kemudian dengan pelan tapi pasti, seorang ahli yang masih muda berdiri dari kursi paling pinggir, berjalan menuju podium, kemudian memperkenalkan diri dan semua anggota rombongan. Betapa terkejutnya masyarakat desa, ketika mengetahui bahwa bapak yang duduk paling tengah di kursi paling empuk adalah hanya pembawa logistik. Semua mengira bahwa yang bersangkutan adalah ahlinya, tetapi ternyata hanya pembawa logistik. Betapa malunya bapak sang pembawa logistik itu.

Pemahaman:

  1. Apakah sebenarnya maksud pengAmsal dengan bahasa kiasan di ayat 6?
  2. Bagaimana seharusnya kita bersikap dan bertindak dalam suatu pertemuan? v. 7.

Dalam Amsal 25:6 ini berbicara soal kedudukan seseorang dalam sebuah pertemuan atau perjamuan. Amsal menasihati agar kita cakap membaca situasi, mampu mengukur diri dan memposisikan diri sepantas apa adanya kita. Dalam sebuah pertemuan atau perjamuan, pada kebudayaan Yahudi, menduduki tempat yang lebih tinggi dari yang semestinya itu beresiko menuai penghinaan dari orang-orang yang hadir. Orang yang menempati tempat duduk yang bukan haknya akan diminta untuk mundur atau meninggalkan tempat itu dengan cara tidak hormat oleh penyelenggara. Maka orang tersebut akan merasa sangat hina dan direndahkan. Itu sebabnya nasihat pengAmsal ini menjadi penting untuk diperhatikan.

Dalam ayat 7, pengAmsal menasihati agar lebih baik sabar menunggu panggilan dari tuan rumah atau penyelenggara pertemuan untuk menduduki posisi yang sesuai dan disediakan bagi kita, ketika kita menghadiri suatu perjamuan atau pertemuan resmi. Sikap demikian tentu jauh lebih baik dan bijaksana. Sikap demikian adalah sebuah kerendahan hati dan tidak meninggikan diri. Orang yang meninggikan diri beresiko dipermalukan, sebaliknya orang yang rendah hati akan dihormati sesama dan dimuliakan Tuhan.

Refleksi:
Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang yang lain, karena dengan bertindak demikian engkau akan dihormati oleh sesamamu dan dimuliakan oleh Tuhanmu.

Tekad:
Dalam segala hal, ajarlah aku untuk selalu merendahkan diri terhadap orang lain, sebagaimana Engkau Yesus telah merendahkan diri-Mu demi menyelamatkan aku.

Tindakkan:
Senantiasa belajar tentang kerendahan hati dari Tuhan Yesus Kristus, walaupun terkadang harus ada pengorbanan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*