suplemenGKI.com

Senin, 21Maret 2016

20/03/2016

Yesus Kristus adalah Tuhan bagi semua orang

Kisah Para Rasul 10:1-36 (34-36)

 

Pengantar

Perbedaan latar belakang, suku bangsa, warna kulit, budaya, dan terutama agama bisa menyebabkan terjadinya jurang pemisah yang sangat lebar antara orang yang satu dengan yang lain. Sikap orang terhadap sesamanya yang berbeda sangat ditentukan oleh apa yang dipahami dan dipercayainya secara turun temurun, sekalipun itu belum tentu benar dan bukan sebagaimana yang dikehendaki Tuhan. Perikop ini mengisahkan pengalaman spiritual dua orang yang berbeda.Orang pertama bernama Kornelius, seorang perwira pasukan Italia. Jelas ia bukan orang Yahudi.  Orang kedua adalah Petrus, seorang Yahudi, murid dan Rasul Tuhan Yesus Kristus.Tuhan mempertemukan keduanya dan kita bisa belajar banyak dari perikop ini.

 

Pemahaman

Ayat 1-8      :Siapakah Kornelius dan apakah yang telah Tuhan lakukan terhadapnya?

Ayat 9-22   :Apa yang dialami Petrus ketika utusan Kornelius hampir tiba di kota di mana ia tinggal?

Ayat 28-29:Apa yang Petrus katakan tentang sikap orang Yahudi umumnya?

Ayat 34-36:Apa kesimpulan Petrus atas peristiwa ini?

Ada larangan bagi orang Yahudi untuk bergaul dengan orang non-Yahudi, tetapi Allah tidak menghendaki hal yang demikian (Ayat 28). Melalui MalaikatNya, Tuhan berbicara kepada dua orang yang berbeda latar belakang (Kornelius dan Petrus). Tuhan kemudian memimpin keduanya untuk bertemu.Ayat 2 menyebutkan bahwa Kornelius sebagai orang yang saleh. Kesalehannya itu mewarnai seluruh orang yang ada di rumahnya serta mewujud dalam dua tindakan, berderma dan berdoa.Kornelius yang takut akan Tuhan ini kemudian menjadi personifikasi penyebaran Injil di luar orang Yahudi. Sementara itu Petrus, melalui sebuah penglihatan, dipersiapkan Allah melalui penglihatan untuk membuka pintu pelayanan terhadap orang non Yahudi.Maksud Tuhan tercapai ketika Petrus (Ayat 34) mengatakan “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang…” dan kemudian dilanjutkan dengan pernyataan “….Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang” (Ayat 36).Pengakuan Petrus ini seharusnya menjadi pengakuan kita juga, yang mendasari sikap kita terhadap mereka yang berbeda dengan kita.

Refleksi

Bagaimana sikap saya terhadap orang lain yang berbeda, terutama berbeda agama? Apakah sikap saya sudah sesuai dengan kehendakNya?

Tekad

Sebagai murid Kristus, aku mau memperlakukan orang lain yang berbeda dengan lebih ramah dan tidak menganggap perbedaan sebagai jurang pemisah yang tak bisa terjembatani

 

Tindakan

Belajar untuk bisa lebih peka terhadap perintah Tuhan dalam  menyampaikan kabar baik, bahwa Yesus Kristus berkenan menjadi Tuhan bagi semua orang

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«