suplemenGKI.com

Esther 7:1-10

SEPERTI TELUR DI UJUNG TANDUK

PENGANTAR
Perikop bacaan kita hari ini mencatat keberhasilan Ester menyelamatkan bangsanya – bangsa Yahudi – dari ancaman pemunahan massal yang direncanakan oleh Haman. Haman adalah seorang pejabat yang mempunyai kedudukan paling tinggi di antara para pembesar di istana raja Ahasyweros.  Haman ingin memunahkan semua orang Yahudi sebagai balasan atas sakit hatinya kepada seorang Yahudi bernama Mordekhai, karena Mordekhai tidak mau berlutut dan tidak sujud di hadapan Haman (lihat 3:1-6). Dengan matang Haman merencanakan pembinasaan masal terhadap orang-orang Yahudi(3:13-15). Haman juga menyiapkan sebuah tiang gantungan untuk Mordekhai yang sangat dibencinya (5:14).  Kondisi orang-orang Yahudi seperti telur yang berada di ujung tanduk.

PEMAHAMAN

Ay. 1-2        Raja datang bersama Haman ke perjamuan yang diadakan Ester untuk memenuhi janjinya kepada Ester (5:8). Ester merencanakan hal ini agar mendapat kesempatan mengadukan Haman kepada raja. Untuk mendapatkan kesempatan yang baik ini, risiko apakah yang harus dihadapi Ester? (lihat 4:1, 6-16). Apakah yang mendorong Ester rela mengambil risiko ini?

Ay. 3-10      Hidup Haman berakhir di tiang gantungan yang disiapkannya untuk menggantung Mordekhai. Apa peranan Harbona di sini? Siapakah dia? Siapa sajakah yang dipakai Tuhan untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi?

Sesuai peraturan yang berlaku di masa itu, seseorang yang hendak menghadap raja tanpa dipanggil akan dihukum mati, kecuali bila kemudian raja mengulurkan tongkat emasnya kepadanya (artinya, raja berkenan pada kedatangannya). Keberanian Ester melakukan hal ini menunjukkan kerelaannya berkorban bagi bangsanya. Kerelaan Ester mengambil risiko ini tidak lepas dari upaya Mordekhai untuk memberi pengertian kepada Ester mengenai tanggung jawabnya kepada keluarganya dan bangsanya (4:12-14).

Tentu Haman tidak menyangka bahwa rencananya yang sedemikian matang itu langsung hancur berantakan hanya karena pengaduan Ester. Kebencian, kekuasaan, dan kepandaian Haman ternyata tidak mampu membinasakan umat-Nya. Tuhan memakai Mordekhai, Ester, dan bahkan Harbona untuk menyelamatkan mereka. Tuhan dapat memakai siapa saja untuk melaksanakan rencana-Nya tepat pada waktunya.

REFLEKSI

  • Pernahkah Anda berada dalam situasi “seperti telur di ujung tanduk” ?  Apa yang Anda lakukan dalam keadaan seperti itu?
  • Jika Tuhan hendak memakai Anda untuk menyelamatkan kehidupan orang lain, apakah Anda bersedia? Apakah Anda siap menanggung risiko yang mungkin Anda hadapi?

TEKADKU
Tuhan, aku mohon anugerah-Mu agar aku mampu menghadapi saat-saat yang paling sulit dalam hidupku.

TINDAKANKU
Aku akan melakukan usahaku yang terbaik, namun aku percaya bahwa rencana-Mu jauh lebih agung dari rencanaku. Aku percaya bahwa Engkau akan menolongku pada waktu yang tepat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*