suplemenGKI.com

MENCARI DAMAI

Yesaya 2:1-3

 

Pengantar

Beberapa bulan yang lalu sebelum saya wisuda, saya diajak oleh dosen saya untuk mendaki gunung Penanggungan yang ada di daerah Trawas. Sebelumnya saya tidak pernah mendaki gunung, oleh sebab itu saya merasa ragu saya bisa sampai di puncak gunung atau tidak. Sampai di pos pertama, saya masih kuat. Pos kedua dan ketiga saya sudah mulai kelelahan. Jalan yang kami lewati begitu terjal, karena kami memilih rute tercepat. Sebelum puncak bayangan saya sudah tidak bisa mengatur nafas, dan lutut saya sudah mulai bergoyang, serasa tidak bisa berdiri lagi. Namun saya harus berjuang karena perjalanan sebentar lagi sampai. Setelah saya sampai di puncak bayangan, perjuangan dan penderitaan saya serasa terbayar. Ada sukacita dan kelegaan ketika melihat pemandangan di bawah, jalan terjal yang telah kami lewati begitu terlihat kecil dan tidak ada artinya. Begitu juga dengan masalah dan pergumulan kita di hadapan Tuhan. Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Bagaimana isi nubuatan yang dinyatakan Tuhan kepada nabi Yesaya tentang “hari-hari terakhir”
  • Ayat 2-3         : Apa yang dilakukan bangsa-bangsa itu di gunung tempat rumah Tuhan?

Ayat 1-2 Allah berbicara melalui Yesaya bahwa gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana dan banyak suku bangsa akan pergi ke rumah Tuhan itu. Berkumpulnya bangsa-bangsa ke Yerusalem dengan iman yang sangat besar menunjuk kepada pertobatan bangsa-bangsa lain. Yerusalem akan dihancurkan dan akan diubah menjadi pusat penyembahan Allah. Ayat 3, semua bangsa datang ke rumah Tuhan untuk mencari pengajaran yang membawa mereka pada jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan. Sion akan menjadi semacam magnet ketika kesetiaan, keadilan dan kebenaran memancar dari kota itu. Kunci dari kedamaian itu adalah firman Tuhan. Oleh sebab itu di ayat 3, yang menjadi perhatian utama dari bangsa-bangsa yang bertahan hidup “pada hari terakhir” itu ialah mencari kehendak Allah dengan cara datang ke rumah Allah Yakub untuk mendengar pengajaran-Nya.Sebuah kota yang diubahkan oleh Firman Tuhan tidak lagi penuh dengan para pemberontak dan perusuh. Mereka mencari kedamaian dan menemukannya ketika mereka datang ke rumah Tuhan. Di rumah Tuhan mereka dapat melihat pemandangan indah, rumah-rumah yang kecil. Begitu pula dengan kehidupan kita, ketika kita bersama Tuhan, kita dapat melihat segala permasalahan dan pergumulan kita itu indah untuk menguatkan iman kita. Dari puncak gunung Tuhan kita melihat segala sesuatu itu kecil, artinya tidak ada masalah yang lebih besar dan berat jika kita mengandalkan Tuhan. Bersama Tuhan di rumah-Nya kita akan merasa tenteram, tenang dan kedamaian.

Refleksi

Renungkanlah: Sudahkah kita memiliki dan merasakan damai di dalam kehidupan kita, ketika berbagai masalah dan cobaan datang dalam kehidupan kita? Jika belum, berarti kita belum benar-benar menemukan damai bersama dengan Tuhan.

Tekadku

Tuhan, tolong saya supaya saya bisa merasakan damai, tenang dan tenteram ketika saya datang ke kepada-Mu, meskipun ada berbagai macam pergumulan datang menghampiri kehidupanku.

Tindakanku

Hari ini saya tidak akan merasa kuatir dan takut, sebab pergumulan dan masalahku tidak lebih besar dari Tuhanku, yang sekarang bersama-sama denganku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*