suplemenGKI.com

KEMULIAAN ALLAH MENYINGKAPKAN KEGELAPAN DOSA

YESAYA 64: 1-9

Sejak pasal 60, sebagian besar nubuatan Yesaya berbicara mengenai kemuliaan bangsa Israel di masa yang akan datang. Mereka akan membangun kembali negeri mereka dan mendiaminya dengan aman. Tentu saja, setiap orang yang mendapatkan penglihatan seperti ini akan dipenuhi dengan kerinduan yang besar untuk segera melihat semua itu menjadi kenyataan. Namun, ditengah berkobarnya pengharapan di hatinya, Yesaya teringat akan dosa-dosa umat Tuhan. Mewakili rekan-rekan sebangsanya, Yesaya meratap dan mohon ampun atas dosa-dosa mereka. Bacaan hari ini merupakan bagian dari pengakuan dosa yang sudah dimulai dari pasal 63:7.

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 1-4:  Peristiwa apa yang hendak diungkapkan di ayat 1-2? (bandingkan dengan Keluaran 19:16-19). Apa sajakah sifat-sifat Tuhan yang terungkap dari ayat 3-4?  Sebutkan minimal tiga hal.
  2. Ayat 5-7: Melalui pengakuan ini kita juga dapat menemukan beberapa aspek pemahaman Perjanjian Lama mengenai dosa. Temukanlah paling sedikit tiga aspek penting tentang dosa dalam ayat-ayat ini.
  3. Memperhatikan sifat-sifat Tuhan dan membandingkannya dengan dosa-dosa umatNya, apa kesimpulan Anda mengenai masa depan mereka?
  4. Dalam kehidupan Anda sendiri, masih adakah dosa yang Anda pelihara sampai sekarang? Apa dampaknya bagi kehidupan Anda? Apa sajakah langkah-langkah konkrit yang akan Anda lakukan untuk membereskan hal itu?

 

RENUNGAN

Peristiwa alam yang dahsyat (badai besar, petir di angkasa, gempa bumi, dan gunung yang bergoncang) sering dihubungankan dengan kehadiran Tuhan.  Kedatangan Tuhan dari sorga membuat langit terkoyak dan bumi bergetar. Semua itu mempunyai arti penting bagi umatNya. KehadiranNya (yang disertai dengan tanda-tanda keperkasaanNya) sangat dinanti-nantikan oleh umatNya. Mereka berharap Tuhan yang perkasa akan segera bertindak, menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka.

Namun, bacaan kita hari ini mengajak kita melihat sisi lain dari kehadiranNya. Kehadiran Tuhan di tengah umatNya ternyata juga membuat mereka sadar akan dosa-dosa mereka. Di hadapan Tuhan yang mulia, kesalehan (atau kerohanian) mereka hanyalah seperti kain kotor, jauh dari standar kualitas yang seharusnya. Hubungan mereka dengan Tuhan sedemikian buruk (tidak ada yang memanggil nama Tuhan). Sedangkan dosa semakin berkuasa atas hidup mereka.

Keadaan umat Tuhan pada waktu itu memang sangat memprihatinkan. Namun, keadaan umat Tuhan di masa kini juga tidak kurang memprihatinkan dibandingkan mereka. Tidak sedikit orang-orang Kristen yang mengabaikan hubungan mereka dengan Tuhan. Kerohanian mereka tidak bertumbuh, dan bahkan dibiarkan terbengkalai tidak terurus. Mereka menjalani hidup dengan standar kualitas yang jauh lebih rendah dari yang seharusnya, bahkan lebih buruk dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Mereka membiarkan dosa menguasai hidup mereka.

Prihatin terhadap keadaan orang lain tentu tidak salah. Namun, jauh lebih penting untuk bertanya kepada diri Anda sendiri: ”Bagaimana keadaan saya?” Bila Anda telah menyadari keberadaan Anda, tentu tidak cukup berhenti di sana. Pulihkanlah hubungan Anda denganNya.

 

Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

(Yesaya 59:2)

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«