suplemenGKI.com

KEMAUAN HATI : MENDENGAR, MENGERTI, DAN HORMAT

Nehemia 8 : 1 – 10

Pengantar
Sepanjang hari, mulai bangun pagi hingga malam dan tidur kembali, ada banyak suara yang kita dengar. Dari berbagai suara yang kita dengar, apakah semuanya dapat atau ingin kita mengerti? Ada suara-suara yang kita dengarkan tapi kita biarkan berlalu begitu saja tanpa berusaha dimengerti secara baik. Ada pula suara yang sengaja kita dengarkan kemudian berusaha mengerti serta menjadikannya sesuatu yang penting untuk diperhatikan, misalnya suara radio yang memberitakan tentang situasi jalan atau lingkungan yang akan kita lewati.  Sering kita juga hanya mau mendengar apa yang kita suka dan tidak merepotkan apalagi merugikan. Pada jaman Ezra (seorang ahli kitab), umat TUHAN juga memiliki harapan dan sikap berkaitan dengan keberadaan kitab Taurat Musa sebagai salah satu wujud suara TUHAN di tengah kehidupan mereka. Mari kita belajar dari kehidupan mereka ini.

Pemahaman
Ayat 1 – 4a          :  Apakah yang menjadi harapan dari umat TUHAN ?

Ayat 4b – 8           :  Bagaimana sikap Ezra dan orang Israel terhadap TUHAN dan kitab Taurat Musa ?

Umat TUHAN meminta agar Ezra untuk membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel, dengan harapan agar dapat mendengarkan isi kitab tersebut. Hal ini mereka lakukan pada suasana Hari raya Pondok Daun setelah mereka berhasil membangun kembali reruntuhan Bait Allah, Kota Yerusalem dan tembok-temboknya. Sebuah ungkapan sukacita yang ingin ditandai dengan kesediaan untuk menaati hukum-hukum TUHAN. Jadi tidak saja minta dan suka diberkati tapi juga siap mengerti dan menaati kehendak-NYA. Secara khusus memang disampaikan bahwa kitab hukum ini dibacakan kepada semua orang yang dapat atau mampu mendengar dan mengerti, artinya tidak ada alasan untuk mengabaikan berita yang akan disampaikan. Tidak lagi persoalan kemampuan tapi apakah ada kemauan.

Ezra berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu dan membuka kitab itu di depan mata seluruh umat karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Ketika ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji TUHAN ALLAH Israel yang maha besar, dan semua orang menyambutnya dengan: “Amin, amin!” sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah. Selanjutnya mereka mendengarkan  ajaran Taurat yang disampaikan dengan penuh perhatian walau sambil berdiri dari pagi hingga tengah hari.  Suasana ini menggambarkan bahwa tidak hanya dibutuhkan kemauan dan ketaatan untuk mendengar dan mengerti, tapi juga sikap hormat dan memuliakan TUHAN.

Refleksi
Suara TUHAN bagaimanakah ingin (mau) aku dengarkan? Apakah semua yang TUHAN sampaikan kepadaku telah coba saya dengarkan (baca: perhatikan) dengan baik dan berusaha mengerti kehendak-NYA untuk kemudian dilakukan dalam ketaatan penuh? Atau hanya suara TUHAN tertentu saja yang mau saya dengar.

Tekadku
Makin sedia (mau) mendengarkan suara TUHAN dalam sikap hormat serta berusaha untuk mengerti apa yang TUHAN kehendaki untuk dilakukan.

Tindakanku
Mulai hari ini akan membuka dan membaca Alkitab secara baik dan sopan, dan selalu meletakkannya di tempat yang baik sebagai tanda hormatku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«