suplemenGKI.com

RESPONS MUSA

Bilangan 11:1-3

 

PENGANTAR
Becik ketitik ala ketara, merupakan peribahasa Jawa yang bermakna setiap perbuatan yang baik pasti akan diketahui. Juga sebaliknya, perilaku buruk cepat atau lambat juga pasti terungkap. Kebenaran peribahasa ini tercermin pada perbedaan respons antara bangsa Israel dan Musa ketika menghadapi persoalan.  Pilihan respons akan membedakan adanya dua karakter tersebut, kebaikan atau kejelekan. Mari kita merenungkan bersama!

PEMAHAMAN

  • Bagaimana respons orang Israel ketika bertemu dengan persoalan? (ayat 1, 2)
  • Bagaimana dengan respons Musa ketika menghadapi bangsa Israel? (ayat 2)
  • Respons seperti apa yang umumnya saudara tunjukkan ketika menghadapi persoalan?

Sampai kapan seseorang bertahan menampilkan apa yang bukan dirinya?  Bergantung kepada siapa yang menjalaninya.  Ada orang yang seolah pintar menutupi karakter aslinya.  Samar dan tidak mudah orang lain menebak.  Sementara ada juga yang karakternya begitu transparan.  Namun, ketika seseorang memilih tindakan tertentu sebagai respons atas persoalan, maka karakter asli akan tampak.  Bila memang baik, proses dan hasilnya akan tetap baik.  Sebaliknya, bila tidak baik, meskipun berpura-pura baik, suatu saat akan terlihat.  Demikian halnya dengan kehidupan bangsa Israel.  Tantangan perjalanan menuju Kanaan, justru membuka keaslian karakter umat Tuhan itu.

Tidak semua orang Israel paham atau setuju dengan visi Allah melalui Musa.  Hal ini terbukti dengan respons mereka yang untuk apapun persoalannya mudah “bersungut-sungut di hadapan TUHAN” dan menuduh-Nya bertanggung jawab atas “nasib buruk mereka” (ayat 1).  Keluhan itu mereka sampaikan dengan “berteriak” kepada Musa (ayat 2).  Berbeda dengan sikap Musa sebagai pemimpin yang merespons keadaan dengan datang kepada Tuhan dalam doa.  Musa memberikan teladan agar bangsa Israel belajar mengutamakan Tuhan, bukan  mendahulukan keluhan. Respons Musa menunjukkan kematangan dirinya.  Bagi Musa, Tuhan yang mengawali perjalanan, maka Ia pula yang tahu bagaimana menyelesaikannya.  Musa merendahkan diri dan menyampaikan permohonan melalui doa.  Respons Musa diperkenan Tuhan sebagai kebaikan bagi bangsa Israel.

Bagaimana dengan kehidupan kita sebagai orang percaya, khususnya ketika meresponi keadaan?  Kehidupan adalah rangkaian dari pergumulan itu sendiri. Persoalan pasti akan membuka siapa sesungguhnya kita di hadapan Tuhan dan sesama.  Respons tidak dipahami sekadar pilihan, tetapi juga pengenalan diri kita akan Tuhan.  Keinginan untuk mengenal Tuhan dan segala rancangan-Nya, akan menolong orang percaya mempunyai respons yang tepat.  Bukan tidak boleh mengeluh atau menyampaikan kekuatiran kepada Tuhan. Tetapi mari kita datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus, ucapan syukur dan penuh penyerahan kepada Tuhan.  Bukan dengan keluhan-keluhan atau sungut-sungut dalam doa kita.  Musa menjadi teladan orang percaya bagaimana seharusnya mengandalkan Tuhan melalui doa.  Apapun dan dalam keadaan bagaimanapun, mari belajar mempunyai respons yang tepat dengan membangun hati dan relasi kepada Tuhan dalam kehidupan doa

REFLEKSI
Mari merenungkan: Sesungguhnya respons kita bukan hanya menunjukkan siapa kita, tapi juga keadaan iman kita.  Jadi utamakanlah Tuhan dalam doa sebagai respons iman yang rindu bertumbuh dalam kedewasaan memahami kehendak-Nya. 

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk kebenaran firman-Mu hari ini yang mengingatkan agar kami tidak mudah mengeluh, tetapi justru lebih memilih membangun hubungan dengan Engkau dalam doa-doa kepada-Mu.  

TINDAKANKU
Apa yang terjadi hari ini dalam keluarga, pekerjaan atau pelayanan; aku mau belajar mempunyai respons yang tepat dengan cara lebih sabar dan lebih memilih berbicara dengan Tuhan melalui doa-doaku.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«