suplemenGKI.com

Senin, 20 Maret 2017

19/03/2017

TERHALANGI SIKAP HATI 

I Samuel 16:1-5

 

PENGANTAR

Tidak mampu melihat tidak selalu berhubungan dengan mata, tetapi juga hati.  Meskipun secara fisik bisa melihat, namun bila ada ‘sesuatu’ yang menghalangi hati, semua seolah menjadi tidak terlihat.  Pengalaman ini yang terjadi pada diri Samuel. Mari kita membaca dan mempelajarinya.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1a : Apa yang Allah katakan tentang Saul kepada Samuel?
  • Ayat 1b : Apa yang Allah ketahui tentang perasaan Samuel?
  • Ayat 2 : Apa yang Allah perintahkan kepada Samuel?
  • Pernahkah saudara mengalami kesedihan yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari?

Setelah masa hakim-hakim, raja dipahami bukan sekadar sebagai pemimpin atas suatu wilayah, tetapi juga pemimpin umat dalam mengakui kedaulatan Allah.  Keputusan raja mewakili representasi umat dalam ketaatan kepada Allah. itu sebabnya, Samuel sangat kecewa dan sedih atas sikap Saul yang tidak taat sehingga Allah menolaknya sebagai raja;  dan bermaksud menggantikannya dengan Daud.  Bagi Allah, meskipun rencana-Nya tidak akan gagal hanya karena ketidaktaatan hambanya.  Allah selalu mempunyai cara menggenapkan rencana agung-Nya bagi Israel, dengan atau tanpa Saul.  Kebenaran inilah yang tidak bisa dilihat Samuel.  Mengapa demikian?  Hati Samuel masih tertutup dengan rasa marah, kecewa dan sedih atas sikap Saul yang tidak taat.  Samuel yang terlanjur kecewa, tidak mampu melihat rencana Allah yang tetap berjalan meski tanpa Saul.  Bahkan hati Samuel sedemikian takut ,”bagaimana mungkin aku pergi?  Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku” (ayat 2), sehingga ia tidak bisa melihat perlindungan Allah yang telah “mengutus” nya (ayat 1).  Allah meneguhkan dan mengutus Samuel untuk melanjutkan rencana Allah bagi Israel (ayat 2b).

Setiap kita pasti pernah kecewa dan sedih ketika mendapati apa yang kita rencanakan tidak tercapai.  Bahkan segala perasaan itu mungkin sempat membuat kita terhenti dan tidak tahu harus berbuat apa.  Pikiran kita seolah buntu dan tidak sanggup menemukan jalan keluar dari persoalan yang terjadi beruntun.  Apalagi untuk melihat dan mengakui rencana baik Allah di balik semua peristiwa yang ada, akan menjadi semakin sulit.  Iman dan harapan seperti terhalangi oleh sikap hati yang membiarkan diri terus terluka oleh kekecewaan, sehingga yang ada hanyalah perasaan sedih berkelanjutan, bukan semangat untuk bangkit kembali.  Dalam situasi semacam ini, yang dibutuhkan adalah keyakinan yang tetap tertuju kepada Allah.  Kita harus percaya bahwa rencana baik Allah tidak akan bisa dihalangi oleh sikap hati manusia, apapun itu.  Sebab rencana Allah berkuasa mengatasi segala sikap hati manusia.  Allah selalu punya cara menggenapkan rencana-Nya.  Justru dalam segala situasi, kita harus tetap bersyukur dan meyakini kreativitas Allah yang bekerja di dalam diri kita.  Jangan berhenti karena kecewa.

REFLEKSI                                                                       
Dalam keheningan mari meyakini rencana baik Allah dalam hidup, bahkan di saat menghadapi situasi yang tidak baik sekalipun.  Rencana baik Allah tidak pernah terhalangi oleh apapun.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar dalam keadaan apapun, aku mampu memandang rencana baik-Mu.

TINDAKANKU
Dalam segala keadaan aku mau datang kepada-Nya dalam doa, pujian, ibadah dan pelayanan agar mampu memahami rencana baik Allah dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«