suplemenGKI.com

Senin, 20 Juni 2016

19/06/2016

BUKAN TIDAK ADA PILIHAN

2 Raja-raja 2:1-14

 

PENGANTAR
Manusia cenderung mencari kemudahan daripada kesulitan.  Namun persoalannya, dalam kehidupan ini manusia tidak selalu diberi kesempatan untuk memilih, selain menerima dan menjalani sesulit apapun hal itu.   Itulah benang merah kehidupan Nabi Elisa ketika menerima estafet kepemimpinan dari Nabi Elia.

PEMAHAMAN

Ayat 1            :  Apa yang Tuhan rencanakan bagi hidup Elia?

Ayat 1, 2, 4  :  Apa yang Elisa lakukan sebelum Elia naik ke surga?

Ayat 9            :  Apa yang Elisa minta dari Elia?

Pernah anda menghadapi situasi yang sulit untuk dihadapi? Apa anda lakukan?

Siapapun pasti berusaha semaksimal mungkin menghindari kesulitan.  Apalagi bila sudah ada pengalaman-pengalaman yang menegaskan bahwa keadaan yang dimaksud adalah  memang sulit.  Persoalannya, apa selalu ada kesempatan untuk memilih atau menghindar dari situasi sulit itu?  Atau bagaimana bila keadaan sulit itu adalah bagian yang harus dihadapi sebagai bagian dari panggilan tugas dan pengutusan?  Jadi bukan tidak ada pilihan, tapi itulah realita persoalan konteks yang harus diterima dan dijalani, sebesar apapun tantangannya.

Perikop kali ini menceritakan regenerasi kepemimpinan nabi, dari Elia kepada Elisa.  Apakah Elia tidak mau melayani lagi? Apakah Elia menyerah kalah akibat begitu banyaknya persoalan yang terjadi di seputar kehidupan bangsa Israel?  Tidak!!  Regenerasi terjadi dalam kehendak Allah, “menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin dan badai” (ay.1).  Yang menarik adalah respons Elia yang tenang dan penuh kepasrahan;  di sisi lain Elisa tampak sekali gelisah dan sedikit marah bila ada orang yang menanyakan hal itu, “Aku juga tahu, diamlah!” (ay.3, 5).  Entah apa yang dirasakan dan dipikirkan Elisa sehingga dua kali ungkapan yang sama dia sampaikan kepada  Elia.  Bahkan sempat Elisa berkata, “sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau” (ay.6).  Sebenarnya Elisa bukan tidak siap atau menolak  estafet kepemimpinan dari Elia.  Sejelas apapun panggilan melayani Allah, Elisa tetaplah manusia biasa yang bisa gentar.  Apalagi yang dihadapi adalah Israel:  bangsa besar, tegar tengkuk dan sedang terpecah menjadi dua kerajaan.  Itu sebabnya Elisa meminta, “kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu” (ay.10) sebagai tanda bahwa tindakan-tindakan yang dia lakukan di masa berikutnya menjadi bukti di depan Israel bahwa Tuhan telah memilihnya menggantikan Elia.

Kehidupan yang kita jalani juga tidak lepas dari beragam tantangan.  Ada tantangan yang mudah diselesaikan;  sebaliknya ada yang membutuhkan waktu lebih lama menyelesaikannya. Seolah tidak ada pilihan lain, selain menyerah.  Sebenarnya yang terjadi bukan tidak ada pilihan.  Selalu ada pilihan untuk melakukan yang terbaik.  Yang dibutuhkan adalah keyakinan yang melandasi semangat untuk terus maju dan melayani Tuhan.  Sebab Tuhanlah yang terutama dalam hidup.

REFLEKSI
Renungkanlah: Jangan fokus pada tantangan.  Fokuslah pada pertolongan Tuhan yang mengatasi segala tantangan.

TEKADKU
Tuhan tolong saya agar memegang prinsip bahwa besar atau kecil tantangan yang ada di depan, saya akan terus maju sebab Tuhan beserta.

TINDAKANKU
Aku mau terus maju bersama Tuhan dalam mengatasi tantangan dalam pekerjaan, keluarga dan pelayanan dengan keyakinan Tuhan beserta.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«