suplemenGKI.com

Senin, 20 Juli 2015

19/07/2015

Allah Tak Pernah Mengingkari Janji Kasih SetiaNya (1)

2 Samuel 11:1-5

Pengantar

Janji tinggal janji, itulah manusia yang penuh dengan kelemahan. Janji saat kampanye yang tak pernah direalisasikan, janji cinta yang kemudian diingkari dan masih banyak janji-janji lain yang diumbar manusia tanpa ada kenyataannya. Tidak demikian halnya dengan janji Allah Tuhan kita. Dalam 2 Samuel 7:12-16 tercatat janji Tuhan kepada Daud, yang antara lain tertulis: “Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” (2 Samuel7:15-16 TB). Renungan kita dalam dua hari ini mengisahkan Daud yang jatuh dalam dosa dan Tuhan memandang jahat perbuataannya, namun Allah tak pernah ingkar janji (baca pula renungan hari berikutnya yang membahas 2 Samuel 11:6-15).

Pemahaman

Ayat 1:  Di mana Daud ketika bala tentaranya maju berperang?

Ayat 2:  Menurut Sdr apa artinya “berjalan-jalan”?

Ayat 3:  Informasi apa yang didapat Daud tentang perempuan itu?

Ayat 4:  Sekalipun Daud tahu perempuan itu istri orang, apa yang dia lakukan?

Apa maksud kata-kata “Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya”?

Ayat 5: Apa akibat perbuatan Daud bersama perempuan itu?

Daud tidak berada di tempat di mana ia seharusnya berada, yakni bersama bala tentaranya di medan perang. Ia membiarkan fokus perhatian dan imajinasinya berkeliaran di seputar kelemahannya. Daud lemah dalam hal perempuan. Pada saat peristiwa ini terjadi, ia telah memiliki beberapa orang istri. Dikisahkan bahwa ia berjalan mondar-mandir di sotoh istananya dan membiarkan matanya memandang perempuan yang sedang mandi. Daud mengetahui siapa perempuan itu. Betsyeba adalah istri Uria, salah seorang anggota pasukan Israel dan putri dari Eliam, salah seorang pahlawan yang berjasa bagi Daud. Mengetahui hal ini, seharusnya Daud mengurungkan niatnya untuk melakukan perselingkuhan. Alkitab dengan jelas mencatat, bahwa perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Jadi jelas ia tidak sedang hamil ketika ia diundang tidur bersama Daud. Ketika diketahui bahwa ia mengandung, maka jelaslah siapa ayah anak dalam kandungan perempuan itu.

Refleksi:

Apakah aku juga seperti Daud, yang sering mengabaikan peringatan-peringatan Tuhan, sehingga akhirnya aku jatuh dalam dosa?

Tekad:

Aku mau semakin peka akan peringatan-peringatan Tuhan dan tidak mengumbar imajinasiku untuk hal-hal yang Tuhan tidak berkenan.

Tindakan:

Menghindari tempat-tempat dan orang-orang yang membuat aku mudah jatuh dalam dosa serta  senantiasa mengingat akan karya kasih pengorbananNya yang sangat besar bagi penebusan dosa-dosaku sehingga mampu memperdamaikan aku kembali dengan Allah Bapa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«