suplemenGKI.com

SELALU ADA HARAPAN

Yesaya 9:1-4

Pengantar
Hidup yang bebas dari pergumulan dan penderitaan adalah keinginan atau harapan bagi semua orang. Tapi pada kenyataannya semua orang yang ada di dunia ini pasti akan mengalami pergumulan dan masa-masa sulit.Begitu juga dengan orang-orang percaya. Namun ada yang membedakan antara orang yang belum percaya dan yang sungguh-sungguh percaya, kehidupan orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan pasti akan selalu menjalani masa sulit dan pergumulan itu dengan selalu berharap kepada Tuhan. Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 1             : Berita pengharapan apakah yang disampaikan oleh Yesaya?
  • Ayat 2             : Siapakah yang membuat umat bersorak-sorak dan bersukacita?
  • Ayat 3-4         : Apa yang membuat mereka bisa bersorak-sorak dan bersukacita di hadapan Tuhan?

Yesaya memberitakan berita pengharapan dan pembebasan kepada umat Allah. “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.” Dari konteks dekatnya, nubuat Yesaya ini bisa dipahami sebagai berikut: dulu, karena ketidaktaatan dan dosa Ahas yang mewakili umat, mereka dihukum Tuhan melalui bangsa Asyur. Setelah itu, nanti akan bangkit Hizkia putra Ahas yang percaya penuh kepada Allah dan bahaya Asyur akan dilenyapkan. Di ayat sebelumnya juga ada kontras yang kuat antara Yesaya 8:19-22 dengan 9:1. Tanah Zebulon dan Naftali, kedua tempat di Israel Utara yang telah sangat menderita pada tahun 732 SM dibawah pemerintahan Tiglat Pileser, raja Asyur (2 Raj. 15:29). Tidak ada yang berpikir bahwa sesuatu yang baik bisa keluar dari daerah ini, yang telah tergenapi pada zaman Yesus ketika pelayanan di Galilea, daerah yang subur dan berkembang (Mat. 4:12-17).

Kata ‘Engkau’ merujuk kepada aktivitas Allah. Allah-lah yang telah menimbulkan umat-Nya bersorak-sorai dan merasakan sukacita yang besar, seperti sukacita di waktu panen dan pada waktu membagi-bagi jarahan (Ay.2).

Yesaya dengan jelas menekankan bahwa alasan terbesar yang membuat umat bisa merasakan sukacita yang besar di sini adalah karena kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. Allah yang selalu menyertai mereka: Allah yang telah mematahkan kuk dan gandar yang menekan mereka (Ay. 3) dan Allah yang telah membebaskan mereka dari tangan musuh (Ay. 4). Kehadiran Allah mengubah situasi yang sulit, mencekam menjadi sukacita yang besar. Ia membuat manusia terlepas dari belenggu dosa yang menindas dan memberikan damai sejahtera yang mampu mengenyahkan perang dan perseteruan.

Refleksi
Renungkanlah: Apakah kita merasakan kehadiran Allah ketika kita mengalami hal yang sulit, dukacita dan dalam kegelapan? Apakah saudara sudah mengalami ketika Allah telah mengubahkan situasi yang sulit dan dukacita menjadi sukacita dan hidup dalam damai sejahtera?

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk selalu bisa menyadari bahwa Engkau selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan, yang menyertai dan menopang saya. Karena Engkau adalah sumber pengharapan yang pasti.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan berusaha mewujudkan kehadiran Allah dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari melalui ketaatan saya pada firman, sehingga dalam keadaan yang sulitpun iman saya tidak akan goyah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«