suplemenGKI.com

Keluaran 24:1-11

MENERIMA FIRMAN TUHAN

PENGANTAR

Melalui Musa, umat Tuhan telah menerima rumusan perjanjian yang telah ditetapkan Tuhan bagi mereka, termasuk Sepuluh Perintah Allah dan peraturan-peraturan lainnya (Kel. 20:1-23:33). Langkah selanjutnya adalah melakukan pengesahan atas perjanjian tersebut. Untuk tujuan inilah acara di gunung ini dilakukan. Pengesahan ini penting agar seluruh umat berkomitmen dengan sepenuh hati untuk menaati isi perjanjian tersebut.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-4a. Musa mengajak Harun, Nadab, Abihu, dan tujuh puluh tua-tua Israel untuk naik ke gunung. Apa yang mereka lakukan di sana?
  • Ay. 4b-8. Untuk mensahkan perjanjian Allah dengan umat-Nya, hal apa saja yang harus dilakukan? Perhatikanlah dan tuliskanlah tahap-tahap yang dilalui dalam proses ini.
  • Ay. 9-11. Setelah pengesahan itu, Musa sekali lagi mengajak Harun, Nadab, Abihu, dan tujuh puluh tua-tua Israel naik ke gunung. Apa yang terjadi di sana? Apa artinya bagi mereka?

Sebelum disahkan, isi perjanjian Tuhan dengan umat-Nya itu harus dituliskan (ay. 4a). Namun, sebelum semua proses ini dilakukan, Musa mengajak para pemimpin Israel (yaitu, Harun, Nadab, Abihu dan tujuh puluh tua-tua) naik ke gunung beribadah kepada Tuhan (ay. 1, sujud dan menyembah). Di samping untuk menyatakan rasa hormat kepada Tuhan, ibadah ini juga perlu untuk mempersiapkan hati mereka. Dengan sikap penuh hormat ini, mereka menerima firman Tuhan yang disampaikan kepada mereka dan menanggapinya dengan komitmen untuk melakukannya.

Setelah firman Tuhan dituliskan, pengesahan pun dimulai. Proses ini meliputi beberapa tahap: 1) umat menguduskan diri mereka (ay. 4-5, mendirikan mezbah dan mempersembahkan korban bakaran), 2) pembacaan isi perjanjian antara Tuhan dan umat-Nya (ay. 7a, pembacaan firman Tuhan),  3) komitmen seluruh umat untuk melakukan firman Tuhan (ay. 7b), dan 4) pemercikan darah ke seluruh umat sebagai tanda berlakunya perjanjian itu bagi mereka (ay. 8).

Pengesahan perjanjian ini ditutup dengan ibadah yang dilakukan oleh Musa dan para pemimpin umat. Dalam kesempatan itu, para pemimpin umat ini melihat kemuliaan Allah di hadapan mereka, namun mereka tidak mati (ay. 10-11). Ini berarti bahwa Tuhan berkenan kepada mereka dan kepada apa yang mereka lakukan. Mereka pun merayakan seluruh proses ini dengan makan dan minum (ay. 11b).

REFLEKSI

Firman Tuhan adalah wujud perjanjian Tuhan dengan umat-Nya. Karena itu, kita harus menerima firman Tuhan dengan hati yang siap dan melakukannya dengan penuh komitmen.

TEKADKU

Ya Tuhan, hari ini aku memperbaharui tekadku untuk menerima firman-Mu dengan sepenuh hati dan melakukannya dengan setia.

TINDAKANKU

Pada kesempatan Kebaktian Minggu yang terdekat, aku akan datang lebih awal agar aku dapat mempersiapkan hatiku untuk menikmati persekutuan dengan Tuhan, dan menerima firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*