suplemenGKI.com

Kejadian 25:19-28

MENERIMA PERBEDAAN

 

Pengantar
Setiap orang diciptakan berbeda satu dengan yang lain, bukan hanya secara fisik tetapi juga dalam banyak hal. Maka akan sangat aneh dan mengherankan jika kita menemui orang-orang yang belum menyadari hal tersebut atau bahkan menolak perbedaan itu. Kisah tentang Esau dan Yakub juga memberikan gambaran bagaimana keduanya memiliki banyak perbedaan. Keduanya adalah saudara kembar dan berasal dari ayah dan ibu yang sama yakni Ishak dan Ribka.

Pemahaman
Ayat 19 – 26        Apakah yang dialami Ishak dan Ribka ? Apakah yang akan terjadi dengan Esau dan Yakub?
Ayat 27 – 28        Apa yang terjadi pada diri Yakub dan Esau saat bertambah besar ?

Ishak berusia empat puluh tahun saat ia menikahi Ribka. Ribka ternyata mandul sehingga tidak juga memiliki anak dari Ishak. Ishak berdoa dan meminta kepada Allah agar diberikan keturunan. Allah menjawab doa Ishak dan Ribka mengandung. Namun diceritakan dalam bacaan bahwa anak-anak Ishak bertolak-tolakan dalam kandungan ibunya (ayat 22). Ishak meminta petunjuk kepada Allah, dan Allah menyampaikan firman-Nya tentang bagaimana kehidupan kedua anaknya di masa yang akan datang. Bahwa Esau dan Yakub akan memiliki keturunan yang besar dan menjadi dua bangsa besar. Yakub akan menjadi bangsa yang jauh lebih kuat dan Esau akan menjadi hamba (ayat 23).

Saat keduanya menjadi besar, perbedaan semakin tampak bukan hanya dari segi fisik tetapi juga dari hal-hal yang mereka kerjakan. Esau senang berburu dan tinggal di padang gurun sedangkan Yakub sangat tenang dan lebih suka berada di dalam kemah (ayat 26). Kedua orangtua mereka juga memiliki perbedaan sikap tentang keduanya, terlepas bahwa keduanya sangat menyayangi anak-anak mereka. Dikatakan bahwa Ishak sangat menyayangi Esau sedangkan Ribka menyayangi Yakub (ayat 27).

Esau dan Yakub adalah dua saudara kembar (ayat 24). Namun keduanya memiliki banyak sekali perbedaan. Perbedaan keduanya menimbulkan banyak sekali persoalan. Dan persoalan itu sempat membuat keduanya bermusuhan meski akhirnya mereka berdua saling memaafkan (Kej. 33:4).

Menerima perbedaan memang bukanlah hal yang mudah. Perbedaan seringkali menimbulkan konflik. Dalam hubungan persaudaraan, perbedaan pandangan, pikiran dan perilaku seringkali menimbulkan konflik. Belajar menerima perbedaan merupakan kunci utama dalam hubungan persaudaraan baik di keluarga, gereja dan masyarakat.

Refleksi
Setiap orang perlu belajar untuk mengimani bahwa perbedaan sudah ada sejak manusia diciptakan. Namun hal lain yang sama pentingnya adalah menerima perbedaan itu sebagai bagian dalam kehidupan bersama manusia lain. Kelemahan dan kelebihan dimiliki setiap manusia. Dalam kelemahan dan kelebihan itulah setiap orang hidup saling menopang dan menguatkan agar terjadi harmonisasi dalam hidup keluarga, persekutuan dan masyarakat.

Tekadku
Ya Allah, kami bersyukur Engkau telah menciptakan kami berbeda satu dengan yang lain. Jangan biarkan perbedaan itu merusak kehidupan bersama, namun ajarlah kami memiliki kerendahan hati untuk saling menerima perbedaan.

Tindakanku
Hidup saling menghargai dan menghormati dalam keluarga dan juga dalam relasi dengan sesama di gereja dan masyarakat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*