suplemenGKI.com

Senin, 20 April 2020

19/04/2020

Hakim-hakim 6:36-40

ALLAH YANG MEMILIH, MENETAPKAN DAN MENGUTUS

 

Pengantar
Pasca berakhirnya era kepemimpinan Yosua, Israel memasuki sebuah fase dimana tongkat kepemimpinan tidak lagi dipegang oleh satu orang. Masing-masing suku Israel memilih dan menetapkan pemimpinnya sendiri. Hal ini tentu menjadi persoalan, karena seorang pemimpin tidak lagi dipilih berdasarkan suara dan ketetapan dari Allah namun ditunjuk langsung oleh orang Israel.

Namun tantangan lain yang dihadapi oleh Israel adalah kondisi dimana mereka harus berhadapan dengan suku asli yang mendiami Kanaan. Hal ini tentu tidak mudah oleh karena  suku-suku tersebut bukanlah lawan yang lemah. Disisi lain Israel harus berperang secara parsial atau sendiri-sendiri. Pasal 1 menceritakan bagaimana Yehuda memerangi bangsa Kanaan, namun berbeda dengan suku-suku Israel lainnya yang justru memilih untuk tidak memerangi orang-orang Kanaan.

Allah mengingatkan umatNYA bahwa Allah tidak lupa akan janji-NYA untuk memberikan tanah Kanaan, namun Allah menghendaki agar umat juga hidup dalam kesetiaan dan ketaatan.

Pemahaman

Ayat 36-40            Mengapa Gideon meminta tanda kepada Allah ? Apakah Gideon ragu ? Ataukah Gideon sedang berada dalam kegamangan ?

Masa hakim-hakim adalah masa dimana Israel telah berada di Kanaan dan hidup berdampingan dengan orang-orang Kanaan. Allah menghendaki umat untuk tetap setia dan taat. Namun Israel melupakan perintah Allah. Mereka justru melakukan kawin campur dan beribadah kepada ilah-ilah bangsa Kanaan. Mereka dihukum atas ketidaksetiaan. Allah membiarkan suku-suku disekitar mereka memerangi dan menjajah mereka. Dalam konteks inilah para hakim muncul, termasuk juga Gideon. Gideon hadir dalam situasi dan kondisi dimana bangsanya telah dijajah oleh bangsa Midian. Akibat penjajahan itu, Israel mengalami kemiskinan dan terpuruk.

Allah memanggil dan mengutus Gideon menjadi penyelamat bagi bangsanya. Gideon menolak karena ragu apakah memang panggilan dan pengutusan itu berasal dari Allah. Sebab ia merasa tidak pantas. Allah memperlihatkan tanda-tanda dari-NYA untuk meyakinkan Gideon. Meski demikian dalam teks bacaan Gideon masih meminta tanda bahwa Allah memang memilih dan mengutus dirinya untuk menyelamatkan Israel.

Berulangkali Gideon meminta tanda kepada Allah, bukan semata karena ia ragu. Namun Gideon memperlihatkan kerendahan hati dan menempatkan diri pada pihak yang sebenarnya tidak layak untuk menerima kepercayaan dari Allah.

Melalui teks bacaan hari ini ada dua hal yang menjadi pesan penting:

  1. Allah memiliki otoritas penuh memilih dan menetapkan siapapun untuk menjadi kepanjangan tangan-NYA
  2. Sikap Gideon memperlihatkan bahwa dalam menerima panggilan dan pengutusannya, Gideon terus bergumul dan berkomunikasi dengan Allah. Gideon tekun membangun relasi dengan Allah.

Refleksi
Kita semua telah dipilih, ditetapkan dan diutus oleh Allah untuk menyatakan keselamatan kepada banyak orang. Sudahkah semua itu kita kerjakan ? Allah mempercayakan hal itu kepada kita. Meski kita lemah dan memilik banyak kekurangan

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami mengerjakan tugas dan tanggungjawab yang telah Engkau percayakan kepada kami. Jangan biarkan kami menjadi lemah dan hilang semangat

Tindakanku
Membangun komunikasi dengan Allah melalui doa dan meditasi


Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«