suplemenGKI.com

ALASAN PENYATUAN

Yosua 24:1-10

 

PENGANTAR
Dalam kehidupan sosial, hidup bersama orang lain dalam kesepakatan bukanlah hal yang mudah dilakukan.  Sebab siapapun harus belajar melihat kepentingan bersama yang mungkin saja tidak sepenuhnya mewakili keinginan pribadi.  Tanpa sikap itu penyatuan tidak mungkin terjadi.  Demikian juga pergumulan Yosua ketika berhadapan dengan suku-suku Israel. 

PEMAHAMAN

  • Apa yang Yosua lakukan di masa tuanya dan siapa saja yang diundang? (ayat 1)
  • Setelah semua berkumpul, apa yang mereka lakukan? (ayat 1)
  • Hal apa yang Yosua tekankan dalam penjelasannya? (ayat 2-10)
  • Apakah saudara menemukan karya Allah dalam hidup bersama dalam keluarga, gereja dan pekerjaan?

Pertemuan di Sikhem menjadi momen penting bagi Yosua dan Israel.  Bukan  hanya karena dihadiri para tokoh penting yang mewakili setiap suku, tetapi juga karena terjadi di tahun-tahun terakhir kehidupan Yosua (Yos.23:2).  Di masa ini setiap suku sudah menempati tanah sesuai pembagiannya.  Tiap suku sangat mungkin sudah mengembangkan kehidupannya masing-masing. Menata dan menjalani kehidupan menjadi fokus Israel.  Tidak ada lagi momen dimana mereka bergumul bersama sebagai bangsa seperti dulu: kelaparan, kehausan, berperang dan lain-lain, seperti ketika meninggalkan Mesir.  Bahkan tidak ada lagi tantangan yang membutuhkan kehadiran bersama sebagai bangsa dalam mengatasinya.  Justru di sinilah persoalannya.

Kenyamanan, kesibukan, proses adaptasi dan ditambah lokasi tinggal yang berjauhan berpotensi mengacam kehidupan mereka sebagai bangsa (bdgk 23:1).  Bukan tidak mungkin, setiap suku mengembangkan kebiasaan hidup seperti yang mereka anut di Mesir;  termasuk dalam urusan keyakinan.  Apalagi beberapa keturunan mereka terbukti kawin campur dan membawa keyakinannya masuk ke wilayah Israel (23:9-14).  Keadaan yang sangat beragam ini merapuhkan Israel dari dalam.  Intinya, apapun yang kemudian akan terjadi berpotensi mengancam kesatuan mereka sebagai bangsa yang sebenarnya masih harus berjuang mengatasi persoalan bersama di tempat yang baru.

Yosua berinisiatif mengatasi keadaan ini memanggil semua pemimpin dan mereka yang dihormati dari masing-masing suku.  Yosua mengajak mereka “berdiri di hadapan Allah” sembari mendengarkan kembali dan mengakui sejarah perbuatan Allah yang telah menolong Israel.  Litani karya Allah inilah yang menjadi alasan utama ajakan Yosua agar Israel menjaga kesatuan hati dan iman kepada Allah.  Melalui para pemimpin yang dipanggil, Yosua mendorong mereka untuk meneruskan kebenaran ini kepada keturunan berikutnya.  Alasan penyatuan bukan karena kesamaan kebiasaan dan suku, tetapi karena pengakuan akan karya Allah yang nyata dalam kehidupan umat-Nya.

REFLEKSI
Bulan ini (26 Agustus 2018) GKI merayakan penyatuan tiga sinode wilayah GKI yang masing-masing mempunyai sejarah dan budaya yang berbeda. Tidak mudah dan harus terus dipertahankan. Mari renungkan dan temukan karya Allah dalam perjalanan penyatuan sampai hari ini? 

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk karya-Mu bagi penyatuan gereja kami, GKI.  Ajar kami menjaga tekad penyatuan dan mewujudkannya dalam kebersamaan sebagai gereja yang penuh kasih. 

TINDAKANKU
Hari ini saya harus terus menjaga komunikasi dan kerjasama demi kebersamaan yang  penuh kasih sebagai sesama anggota gereja. Juga dalam keluarga dan pekerjaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«