suplemenGKI.com

Yosua 24:1-2a 

Dahulu Atau Sekarang

            Ada sebuah pepatah mengatakan “Masa lalu, adalah hutang yang telah lunas, masa sekarang adalah menyongsong harapan baru” Artinya kira-kira demikian: Segala peristiwa, kenangan dan goresan hidup masa lalu, apapun isinya (menyenangkan atau menyakitkan) janganlah itu mempengaruhi kehidupan masa masa kini/masa depan seseorang. Tidak jarang seseorang menjalani hidupnya sangat bergantung pada kisah-kisah masa lalu. Masa lalu yang jaya dan sukses, akan selalu dijadikan perbandingan dan pelecut untuk menjalani kehidupan masa kini dan masa depan. Masa lalu yang penuh kegagalan dan kesedihan, akan selalu menghantuinya di dalam menjalani kehidupan kini dan masa depan – Itulah yang disebut trauma masa lalu. Padalah masa lalu dan masa kini apalagi masa depan, jelas sangat berbeda situasi, kondisi masa kini apalagi masa depan. Kalaupun ada yang bisa dijadikan pelajaran untuk kehidupan masa kini dan masa depan mungkin hanya sebagian kecil saja. Jadi janganlah dibelenggu oleh masa lalu. Hari ini kita belajar dari cuplikan pidato Yosua untuk mempersiapkan umat Israel menyongsong masa depan yang penuh harapan.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa tujuan Yosua mengumpulkan seluruh komunitas umat Israel dengan semua jajarannya di Sikhem?
  2. Apa makna yang hendak ditunjukkan oleh Yosua dengan mengutip firman Tuhan “Dahulu kala…” v.2B!
  3. Apa pula perbedaan antara nenek moyang mereka yang beribadah kepada ilah lain dengan mereka saat ini yang beribadah kepada Allah yg telah membawa mereka keluar dari Mesisr?

Renungan:
            Yosua pasal 24 ini adalah pidato penutup dari Yosua, yang merupakan momentum paling tepat dan krusial bagi bangsa Israel untuk menentukan keberadaannya sebagai bangsa pilihan Allah di masa depan. Yosua mengumpulkan seluruh bangsa Israel di sebuah tempat yang bernama Sikhem, untuk memperhadapkan kepada mereka suatu fakta bahwa ketika nenek moyang mereka hidup dalam penyembahan kepada ilah-ilah lain, mereka menjalani hidup dalam perhambaan baik pisik maupun spiritualitas. Secara pisik mereka diperbudak oleh Mesir, secara spiritual mereka mengabdi kepada allah yang mati dan tidak bisa menolong mereka dari penderitaan. Sedangkan sekarang mereka hidup bebas dari perbudakan Mesir dan mengabdi kepada Allah yang telah membawa mereka keluar dari Mesir. Bukan hanya itu saja, tetapi Allah juga telah memilih mereka menjadi umat-Nya, artinya dipilih menjadi milik Allah yang benar dan hidup yang sanggup memebebaskan mereka dari belenggu perbudakan juga belenggu kekafiran.

            Memalui pidatonya, Yosua hendak menunjukkan kepada umat Israel mengenai perbedaan hakiki antara ilah-ilah lain yang disembah oleh nenek moyang mereka dahulu dengan Allah yang berkuasa membebaskan mereka dari belenggu perbudakan dan kekafiran. Tentu apa yang disampaikan Yosua dalam pidatonya adalah karena dia dipenuhi oleh otoritas profetik yang dikaruniakan oleh Allah yang telah mempercayakannya menjadi hamba-Nya sejak menggantikan Musa. Yosua tidak ingin terjadi kegamangan atau keraguan di dalam umat Israel hanya karena mereka tidak bisa membedakan antara ilah yang menjadi sesembahan nenek moyang mereka dahulu dengan Allah yang telah membawa mereka keluar Mesir menuju tanah perjanjian. Yosua ingin umat Israel bertanggungjawab ketika mereka diperhadapkan pada suatu pilihan. Maka di pidato selanjutnya Yosua tidak tedeng aling-aling menantang umat Israel dalam menentukan pilihannya untuk masa depan mereka sendiri (24:14-15 akan diuraikan besok)

            Saudara, sudah berapa lama kita mengikut Tuhan atau menjadi orang percaya? Apakah kita bisa peka membedakan antara masa lalu sebelum kita sungguh-sungguh mengikut Tuhan Yesus dengan benar! dengan          

saat ini ketika kita sudah sungguh-sungguh menjadi orang percaya yang telah menikmati kasih dan anugerah Tuhan? Kepekaan dalam membedakan kehidupan masa lalu ketika kita belum sungguh-sungguh hidup dalam Tuhan dengan keadaan saat kita sudah sungguh-sungguh hidup mengikut Tuhan dengan benar akan sangat menentukan komitmen, kesetiaan dan kebersandaran kita kepada Tuhan. Renungkan baik-baik. Tuhan memberkati kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*