suplemenGKI.com

YESAYA 5:1-2

HIDUP SEBAGAI UMAT PILIHAN ALLAH

 

Pengantar
Hidup sebagai bangsa yang mengenal Allah dan menjadi bangsa pilihan tidak semudah yang dibayangkan oleh Israel. tanggungjawab besar yang dipercayakan Allah kepada umat ternyata tidak mampu dikerjakan. Mereka justru hidup sebagai bangsa yang eksklusif. Mereka juga hidup memberontak terhadap kehendak dan ketetapan Allah. Yesaya dalam teks bacaan menyampaikan nyanyian tentang kebun anggur. Nyanyian ini dinyanyikan pada saat bangsa Israel sedang berkumpul pada perayaan Pondok Daun di akhir masa penuaian. Nyanyian ini hendak mengungkapkan perasaan Tuhan kepada umat-Nya yang hidup dalam dosa.

Pemahaman

Ayat 1-2     Siapakah yang disebut sebagai kekasih dan siapakah yang dimaksudkan dengan kebun anggur? Apa yang hendak disampaikan Yesaya melalui nyanyian ini?

Teguran Yesaya kepada bangsa Israel disampaikan melalui sebuah nyanyian yang indah. Nyanyian tentang kebun anggur. Nyanyian ini adalah nyanyian alegoris (kiasan). Kekasih yang dimaksudkan dalam nyanyian adalah Allah dan kebun anggur adalah Israel. kebun anggur itu pada awalnya adalah kebun anggur di lereng bukit yang subur (ay 1). Kebun anggur itu dirawat dengan begitu baik, namun hasilnya justru tidak baik (ay.2).

Nyanyian Yesaya hendak menyampaikan bahwa pada mulanya Allah menetapkan Israel sebagai umat pilihan-Nya. Allah membebaskan mereka dari tanah perbudakan. Allah menyiapkan tempat yang baru, tanah Kanaan untuk didiami dan menjadi tempat yang  membawa kesejahteraan bagi umat-Nya. Allah memperlihatkan kasih sayang-Nya. Namun semuanya justru disia-siakan. Israel seharusnya bersyukur dan hidup dalam ketaatan. Namun mereka justru memberontak dan hidup tidak setia.

Nyanyian tentang kebun anggur mengingatkan umat di masa kini tentang kasih Allah yang besar dan tanggungjawab besar yang dipercayakan Allah kepada umat. Allah menghendaki umat pilihan-Nya hidup kudus dan berkenan agar dapat menjadi saksi bagi bangsa-bangsa lain.

Refleksi
Sudahkah kita menyadari identitas diri kita sebagai umat pilihan Allah? Sudahkah kita hidup kudus dan berkenan dihadapan-Nya?

Tekadku
Ya Allah mampukan kami hidup kudus dihadapan-Mu. Jangan biarkan kami hidup dalam kecemaran dan ketidaktaatan.

Tindakanku
Tekun bersaat teduh. Tekun dalam doa. Tekun ambil bagian dalam persekutuan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«