suplemenGKI.com

Senin, 2 Mei 2016

01/05/2016

TANTANGAN DALAM PEMBERITAAN INJIL (Bagian1)

Kisah Para Rasul 16:16-18

 

PENGANTAR
Ada yang beranggapan bahwa ketaatan pada pemberitaan Injil pasti membuahkan hasil gemilang.  Kenyataannya tidak selalu demikian.  Sejarah gereja menunjukkan bahwa banyak rasul-rasul di dalam ketaatannya memberitakan Injil justru sering mengalami penolakan, penganiayaan bahkan tidak sedikit yang dibunuh.  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN
Ayat 16: Apa tantangan yang dihadapi Paulus dalam memberitakan Injil di Filipi?

Ayat 18: Bagaimana Tuhan bekerja melalui rasul Paulus dalam menghadapi tantangan?

Bagaimana kesetiaan Anda dalam mengerjakan pekerjaan Tuhan di saat menghadapi penderitaan atau tantangan?

Pelayanan Paulus dan Silas di Filipi pada minggu-minggu pertama diterima dengan baik (ay.13-15).  Mereka sengaja mengunjungi rumah ibadat Yahudi yang ada di kota itu.  Selain bertemu orang-orang Yahudi, mereka juga berjumpa dengan orang-orang non-Yahudi yang ikut beribadah.  Sejumlah orang bertobat termasuk Lidia, yang kemudian memberikan tumpangan bagi rombongan Paulus dan Silas (ay.13-15).  Namun, apakah pelayanan mereka terus berjalan baik tanpa hambatan dan tantangan?  Tentu saja tidak!  Ada orang dan juga Iblis tidak senang dan berupaya menghambat: Pertama, Iblis memakai roh tenung untuk mengganggu pelayanan Paulus dan Silas (ay.16-17).  Tuhan bekerja melalui Paulus.  Dia memberi kuasa agar Paulus bisa mengatasi serangan ini dengan mengusir roh jahat yang merasuk seorang hamba perempuan (ay.18).  Kedua, Iblis memakai pemilik hamba perempuan itu untuk memelopori penganiayaan Paulus dan Silas.  Karena kehilangan penghasilan, pemilik hamba perempuan itu menghasut penduduk Filipi untuk menganiaya Paulus dan Silas serta melemparkannya ke penjara (ay.19-24).

Tuhan memampukan Paulus dan Silas mengatasi tantangan yang pertama yaitu “Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau (roh tenung) keluar dari perempuan ini.”  Seketika itu juga keluarlah roh itu.  Kuasa dan pertolongan Tuhan bekerja.  Dia pasti tidak membiarkan pelayan-Nya menghadapi tantangan itu sendirian.  Dia ada dan bertindak nyata.  Di sisi lain, tantangan tetap Paulus dan Silas hadapi, yaitu penganiayaan.  Mengapa?  Allah mau meyakinkan bahwa kuasa-Nya melebihi tantangan yang ada.  Dia ingin para pelayan-Nya memiliki keyakinan kuasa dan pertolongan-Nya, sebab pemberitaan Injil adalah milik-Nya.

Pertanyaan ‘apakah kuasa dan pertolongan Tuhan terjadi?’ bisa muncul tatkala kita mengalami tantangan berat, seperti ketika gereja ditutup, dirusak, dan dibakar; orang Kristen dianiaya, dipenjara, bahkan dibunuh.  Apakah ini berarti Iblis menang?  Atau adakah rencana-Nya yang belum diungkapkan bagi anak-anak-Nya?  Apa yang harus kita lakukan?  Ingatlah bahwa Allah tetap berdaulat, walau kita tidak mengerti sekarang.

REFLEKSI
Mari hening sejenak untuk merenung: Saat tantangan dan penderitaan menyapa, ketahuilah Dia tidak membiarkan kita sendirian. Dia ada di sisi kita untuk menguatkan.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk terus menyakini Engkau ada.  Kuasa dan pertolongan-Mu nyata sehingga aku tetap setia mengerjakan pekerjaan-Mu di dunia.

TINDAKANKU
Aku mau tetap setia mengerjakan pekerjaan Tuhan dengan terus meyakini kuasa dan pertolongan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»