suplemenGKI.com

Senin, 2 Maret 2020

01/03/2020

Bacaan : Ibrani 2 : 10 – 18

Tema : Allah yang turut menderita

PENGANTAR
Di satu sisi, penderitaan bisa membuat seseorang semakin kuat dalam menjaga dan mempertahankan imannya. Namun disisi lain tak sedikit orang yang meninggalkan imannya. Dalam hal ini kualitas iman seseorang saat menghadapi penderitaan ( ujian ) sangatlah penting.
Penulis kitab Ibrani menyebut Yesus sebagai pemimpin  (arkhegos ) keselamatan. Seorang arkhegos adalah seorang yang mengawali sesuatu supaya orang lain dapat ikut masuk kedalamnya. Seorang arkhegos juga seorang perintis jalan supaya diikuti orang lain. Nah Yesus adalah seorang arkhegos kepada keselamatan agar melalui Yesus semua orang beroleh keselamatan. Namun untuk menjadi perintis keselamatan Yesus harus menderita. Mengapa demikian ?

PEMAHAMAN

  1. Mengapa Yesus harus menderita ? ( ayat 10 – 13 )
  2. Apa yang ingin dinyatakan oleh Yesus melalui identitas-Nya sebagai manusia ? ( ayat 14-16 )
  3. Apa tujuan dari penderitaan Yesus ? ( ayat 17-18 )

Yesus memilih untuk menderita untuk memimpin kita kepada keselamatan. Apa alasan-Nya ?

Petama : Karena melalui penderitaan-Nya itulah Ia benar-benar dijadikan sama dengan manusia. Untuk itu penulis surat Ibrani mengutip tiga ayat dari perjanjian lama, ayat 12 dari Mazmur 22: 23; ayat 13 dari Yesaya 8 : 17 dan 18. Andaikata Yesus datang ke dunia ini dalam wujud kemuliaan, maka tidak mungkin dapat membawa manusia kepada keselamatan. Karena jika Allah hendak menyelamatkan manusia maka Allah akan melakukan kehendak-Nya itu lewat manusia. Sebab identitas sebagai manusia itulah yang menjadi pokok gagasan kristen tentang Allah.

Kedua : Melalui identitas-Nya sebagai manusia, Yesus bersimpati dengan manusia. Dalam perendahan diri-Nya sebagai manusia, Yesus memahami kesusahan dan penderitaan manusia seutuhnya. Yesus rela merasakan apa yang dirasakan oleh manusia, baik itu kesusahan, kesakitan, kelaparan, kepedihan, kemalangan, ketidakberdayaan dan lain sebagainya. Itu dilakukan oleh Yesus untuk turut merasakan apa yang dialami oleh manusia. Dan itulah yang dilakukan oleh Yesus terhadap kita. Jika kita belajar dari Yesus, maka sanggupkah kita menghayati setiap keadaan yang dialami orang lain ?

Ketiga : Melalui penderitaan-Nya, Yesus menolong kita. Yesus telah mengalami kesusahan kita. Dia telah mengalami pencobaan yang lebih hebat dari pada kita. Maka dari itu Dia mengetahui benar-benar apa yang kita perlukan.Tidak semua orang dapat memahami, pergumulan, kesusahan dan penderitaan yang kita alami. Yesus sungguh-sungguh memahaminya dan mengerti kondisi kita. Yesus sanggup menolong kita. Untuk itu percayalah kepada-Nya. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Yesus sudah memberikan nyawa-Nya demi menyelamatkan kita, bahkan Ia memahami semua pergumulan kita, apakah yang ingin anda lakukan kepada Tuhan ?

TEKADKU
Ya Tuhan, terima kasih untuk kasih-Mu yang sangat besar bagiku.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan belajar bagaimana Yesus memahami dan mengerti kondisi saya. Maka saya juga akan belajar memahami dan mengerti kondisi orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«