suplemenGKI.com

Senin, 2 Maret 2015

01/03/2015

Keluaran 20: 1-11

 

Dipersiapkan sebagai bangsa yang kudus di hadapan Allah

 

Pengantar
Sebuah bangsa akan menjadi besar dan sejahtera serta sebuah negara akan menjadi kuat dan disegani ketika hukum ditegakkan. Tanpa supremasi hukum, orang dapat bertindak seenaknya. Siapa kuat dia akan menindas yang lain. Kepentingan diri pribadi dinomor satukan. Hak orang lain diinjak-injak. Kejahatan akan dibalas dengan kejahatan. Dalam kondisi seperti itu masyarakat akan hidup apatis dan senantiasa dalam ketakutan karena ketidakpastian hukum. Semangat untuk saling membangun akan melemah sebaliknya semangat untuk saling menghancurkan justru menguat.

Dalam rangka menjadikan Israel sebuah bangsa yang besar dan kudus, berbeda dengan bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Allah pada masa itu, maka pertama-tama Allah memberikan Sepuluh PerintahNya yang menjadi landasan “hukum” yang mengatur relasi antara manusia dengan Allah Pencipta dan Pemeliharanya (ayat 1-11) serta relasi antara manusia dengan sesamanya (ayat 12-17). Ke-10 Perintah itu diberikan kepada bangsa Israel bukan pada saat mereka sudah sampai di tanah perjanjian, tetapi justru tak berselang lama dari saat mereka keluar dari Mesir dan sedang dalam perjalanan di padang gurun Sinai.

Pemahaman

- Keluaran 20:1-2 memuat penjelasan tentang identitas Sang Pemberi Perintah. Ia adalah Allah Tuhan yang membawa bangsa Israel ke luar dari tanah Mesir, tempat perbudakan. Ia pula Allah Tuhan yang membebaskan kita dari belenggu dosa dan memberikan kepada kita anugerah keselamatanNya.

- Keluaran 20:3   berisi ketentuan kepada siapa kita harus bersujud sembah (beribadah), yaitu hanya kepada Allah, Sang Pemberi Titah, yang kita kenal.

- Keluaran 20:4-6 memuat ketetapan tentang ibadah kepada Allah, yaitu dengan tidak membuat patung dan menyembahnya. Ketetapan disertai dengan konsekuensi bagi pelanggar dan anuguerah kasih setia bagi yang taat dan mengasihi Dia.

- Keluaran 20:7  berisi ketentuan tentang tata krama beribadah kepada Allah, yaitu dengan tidak menyebut Nama Tuhan dengan sia-sia

- Keluaran 20:8-11 menetapkan pengaturan waktu beribadah kepada Allah, yaitu dengan mengingat danmenguduskan hari Sabat.

Refleksi
Sudahkah dengan segala kesungguhan hati aku mempelajari dan melaksanakan lima perintah Allah tersebut di atas (ayat 1-11) yang menuntunku agar dapat beribadah kepadaNya dengan benar?

Tekad
Menjadi bagian dari bangsa yang dikuduskan dengan menaati perintah-perintahNya untuk beribadah kepadaNya dengan cara yang benar, sebagaimana dikehendakiNya.

Tindakan
Menjaga setiap langkah hidupku agar perintah-perintahNya, yang mengatur relasi antara manusia dengan Allah, senantiasa aku taati dan laksanakan.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«