suplemenGKI.com

YESAYA 11:1-5

KRISTUS PEMIMPIN KEHIDUPAN

 

Pengantar
Apabila kita memperhatikan pemberitaan diberbagai media akhir-akhir ini, tengah terjadi pergolakan sosial politik diberbagai negara. Rakyat turun kejalan untuk menyuarakan harapan-harapan mereka. Terlepas dari kepentingan apapun yang ada dibalik berbagai gejolak sosial politik yang terjadi diberbagai negara, tersirat adanya harapan-harapan dari masyarakat tentang pemimpin yang dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik.

Harus diakui bahwa masyarakat di negara manapun tentu berharap memiliki pemimpin yang dapat memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Pemimpin yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri tentu akan membawa rakyatnya menuju pada kehancuran.

Para pemimpin Yehuda dikecam oleh Yesaya oleh karena mereka tidak mampu menjadi pemimpin yang baik bagi rakyatnya. Sebagai pemimpin seharusnya mereka mampu membawa rakyat Yehuda mengalami perubahan hidup yang baik dan benar. Semakin memiliki kedekatan dengan Allah. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Pemahaman
Ayat 1-3      Nubuatan apakah yang disampaikan Yesaya kepada umat ? Seperti apakah raja yang akan datang itu ?
Ayat 4-5      Bagaimanakah sikap kepemimpinan raja yang akan datang itu ?

Yesaya menyampaikan nubuatan tentang kedatangan seorang pemimpin. Seorang raja. Seorang yang berasal dari Yehuda (ayat 1). Raja itu dipenuhi oleh Roh Tuhan (ayat 2). Raja yang adil. Raja yang bijaksana. Nubuatan Yesaya ini menunjuk pada kedatangan Kristus. Kristus digambarkan oleh Yesaya sebagai pemimpin yang memancarkan kemahakuasaan Allah. Pemimpin yang adil dan tidak berkompromi pada kesalahan.

Dalam nubuatannya, Yesaya juga menggambarkan sikap kepemimpinan raja yang akan datang tersebut. Raja yang tidak membiarkan dosa dan kejahatan. Raja yang selalu berpihak pada kebenaran (ayat 5). Raja yang akan meletakkan kebenaran menjadi yang utama dan yang terpenting.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang senantiasa takut akan Allah. Kebenaran selalu menjadi panduan. Pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan diri dan kelompoknya, bukanlah pemimpin yang berkenan dihadapan Allah.

Sudahkah Kristus menjadi pemimpin atas kehidupan  umat ? Sudahkah umat menjadikan Kristus sebagai pemimpin atas hidup dan kehidupannya? Kristus seharusnya menjadi pemimpin dalam kehidupan umat-Nya. DIAlah sang Raja yang dinubuatkan Yesaya. Seluruh gerak kehidupan dan pelayanan umat sudah seharusnya berorientasi kepada Kristus.

Refleksi
Menjadikan Kristus sebagai pemimpin atas hidup dan kehidupan, berarti kita menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan. Itu berarti kita juga harus hidup seturut dengan kehendak-Nya.

Tekadku
Ya Allah mampukan aku dan keluargaku menjadikan-MU pusat kehidupan kami. Arahkanlah langkah kami agar selalu melakukan kehendak-Mu.

Tindakanku
Terus berdoa dalam segala hal. Membaca firman Tuhan agar memperoleh tuntunan dalam bertindak dan berucap

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«