suplemenGKI.com

Senin, 2 April 2018

01/04/2018

Semangat Untuk Berbagi

Kisah Para Rasul 4:32-35

 

Pengantar
Ingatkah kita dengan sebuah program “Peduli Kasih” yang ditayangkan  salah satu stasiun televisi? Dalam kondisi perekonomian masyarakat yang tidak terlalu baik ternyata masih saja ada orang yang mengulurkan tangan bagi mereka yang berkekurangan.  Kepedulian kasih juga dapat kita lihat dalam kehidupan jemaat perdana.  Mari kita merenungkannya ! 

Pemahaman 

  • Ayat 32       : Bagaimanakah cara pandang jemaat terhadap harta mereka?
  • Ayat 33       : Apakah yang Rasul-rasul ajarkan kepada jemaat perdana?
  • Ayat 34-35  : Bagaimanakah jemaat perdana membangun persekutuan kasih?

Ciri khas kehidupan jemaat perdana adalah memiliki persekutuan yang intim dan indah. Mereka hidup saling melayani dan saling memberi. Mereka membangun persekutuan yang sehati dan sejiwa sehingga setiap orang berkata bahwa kepunyaan pribadi adalah milik bersama (ayat 32). Mereka membangun persekutuan kasih yang bukan hanya dalam tataran kata-kata melainkan dalam tindakan nyata. Setiap anggota jemaat menyatakan kasih dengan harta mereka. Mereka yang diberkati membagikan hartanya kepada yang berkekurangan sehingga semua diberkati. Mereka hidup saling peduli sehingga semua mengalami kesejahteraan bersama. Mengapa mereka bisa bersikap seperti itu? Kuasa kebangkitan Kristus membuat mereka menyadari bahwa mereka telah menerima kasih karunia yang berlimpah-limpah. Oleh karenanya mereka pun dengan sukacita berbagi kasih kepada orang lain yang berkekurangan.

Alangkah indahnya apabila kita juga menerapkan cara kehidupan jemaat perdana dalam persekutuan jemaat di masa kini. Hidup saling melayani dan saling berbagi menjadi tanda kehidupan persekutuan kasih yang perlu terus dikembangkan.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah berapa banyak berkat yang telah kita terima dari Tuhan. Mari renungkan,  apa yang kita miliki saat ini adalah pemberian yang berasal dari Tuhan walaupun kita harus bekerja keras untuk mendapatkannya. Sudahkah kita mengalirkan berkat kepada orang lain yang berkekurangan?

Tekadku
Tuhan,  tolonglah aku untuk terus mengingat bahwa Engkau telah memberikan kasih karunia yang melimpah kepadaku agar aku selalu bersemangat untuk hidup berbagi dan peduli pada mereka yang berkekurangan.

Tindakanku
Aku mau menyanyi refrein NKB 200:

“ Pakailah aku jalan berkat-Mu, memancarkan cahaya-Mu!
Buatlah aku saluran berkat bagi siapa yang risau penat”.

Aku mau menerjemahkan lagu ini secara konkret dengan selalu berbagi berkat kepada mereka yang berkekurangan. Aku mau mendukung pelayanan diakonia gereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«