suplemenGKI.com

TUHAN MENOLONG

BILANGAN 11:16-23, 31-32

Pengantar
            Masa pandemi belum berlalu, banyak orang harus bergumul karena berbagai kesulitan. Berbagai pergumulan yang dihadapi membuat kita bertanya apakah Tuhan sungguh mampu menolong di tengah berbagai kesulitan ini? Pertanyaan inilah yang juga diungkapkan oleh bangsa Israel di tengah perjalanan menuju ke tanah Kanaan. Mereka mempertanyakan pertolongan Tuhan kepada Musa. Dalam bacaan kita hari ini dijelaskan bagaimana Tuhan memberikan pertolongan kepada bangsa Israel.

Pemahaman

Ayat 16-23       Apakah perintah Allah kepada Musa ? Mengapa Allah memerintahkan hal itu ?

Ayat 31-32       Apakah yang dilakukan Allah setelah Musa mengerjakan perintah-NYA ?

Apabila membaca perjalanan bangsa Israel sejak keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, maka akan didapati berbagai catatan bahwa seringkali umat Allah bersungut-sungut. Bilangan 11 mencatatkan sungut-sungut bangsa Israel bahkan telah membangkitkan murka Allah. Itu pun tidak membuat umat Allah berubah. Mereka tetap bersungut-sungut sehingga Allah kembali murka. Namun Musa memohon kasih Allah dan memohon agar Allah tidak terus menerus murka terhadap umat-Nya.

Allah memerintahkan Musa untuk mengumpulkan tujuh puluh orang diantara tua-tua Israel. Hal itu diperintahkan Allah agar Musa dapat dibantu dalam memimpin bangsa Israel (ayat 16-17). Selain itu Allah juga memerintahkan Musa agar meminta bangsa Israel menguduskan diri karena Allah hendak memberikan apa yang menjadi permintaan bangsa Israel yakni makan daging (ayat 18-20). Seluruh perintah Allah dikerjakan oleh Musa. Allah memberikan apa yang menjadi harapan Musa. Musa tidak lagi sendirian dalam memimpin umat Allah. Selain itu Allah juga memberikan keinginan bangsa Israel untuk dapat makan daging dengan mengirimkan burung puyuh (ayat 31-32).

Harus diakui bahwa seringkali dalam situasi dan kondisi yang berat umat Allah mempertanyakan kuasa Allah dan kepedulian Allah. Seringkali umat Allah melupakan janji Allah yang senantiasa akan menyertai umat-Nya. Kebaikan, kemurahan dan karya Allah dimasa lalu seolah tidak punya arti apapun. Pertolongan Allah dimasa lalu juga seringkali terlupakan saat kesulitan demi kesulitan datang menghimpit kehidupan umat.

Masa pandemi yang berat ini merupakan tantangan bagi umat Allah dimasa kini. Umat diajak melihat bahwa Allah senantiasa menyertai umat-Nya. Bahwa Allah tetap menolong dalam kesulitan yang dihadapi umat Allah.

Refleksi
Tanpa sadar umat telah membangun sikap tidak adil kepada Allah. Umat Allah selalu menuntut dan menuntut namun tidak bersedia mendengarkan perintah dan kehendak Allah. Umat selalu menuntut untuk mendapat perhatian Allah namun umat tidak pernah memperhatikan kehendak Allah. Belajar dari bangsa Israel, umat Allah dimasa sekarang diajak untuk kembali melihat ke dalam perjalanan hidupnya di masa lampau hingga saat ini. Sungguhkah Allah tidak peduli ? Sungguhkah Allah tidak menolong ? Ataukah sebenarnya umat tidak peka terhadap kepedulian dan pertolongan Allah ?

Tekadku
Ya Allah, ajar kami untuk dapat melihat kebaikan-kebaikan-Mu dalam hidup kami. Tolong kami agar tidak hanya terjebak pada persoalan yang kami hadapi. Tolong kami melihat penyertaan dan topangan-Mu dalam hidup kami.

Tindakanku
Mengajak setiap individu maupun anggota keluarga untuk menceritakan kebaikan Allah disepanjang hari yang telah dilewati. Hal ini dapat dilakukan setiap hari saat doa bersama keluarga atau doa pribadi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«