suplemenGKI.com

Yehezkiel 18:1-4, 25-32

Keadilan Tuhan 

                Pada bagian kitab Yehezkiel ini ditulis untuk sisa bangsa Israel yang hidup dalam pembuangan di Babel, mereka mengeluhkan bahwa penderitaan dan penghukuman yang dialaminya adalah buah dari dosa generasi sebelum mereka. Maka muncullah pertanyaan bahkan pernyataan dikalangan bangsa Israel bahwa Allah itu tidak adil.

  1. Apa yang difirmankan Tuhan melalui nabi Yehezkiel untuk bangsa Israel?
  2. Apa yang diharapkan Tuhan pada bangsa Israel?
  3. Apa yang dapat kita pelajari dari bagian ini? 

Renungan:

                Keadilan dan kebenaran Tuhan akan dan sudah terbukti sehingga tidak ada lagi keraguan akan hal itu. Tuhan berkuasa atas setiap jiwa dan mengenal setiap pribadi pada setiap manusia. Tuhan mengetahui apa yang dilakukan maupun apa yang tidak dilakukan oleh manusia. Allah tidak menimpakan kesalahan orang lain terhadap manusia yang tidak bersalah walaupun ada hubungan keturunan.

                Dalam ayat 25-29, pernyataan Tuhan tentang siapakah yang melakukan hal yang tidak tepat, apakah Tuhan atau bangsa Israel? Tuhan meminta bangsa Israel untuk merenungkannya terlebih dahulu. Keadilan Tuhan tetap berlangsung, bahwa setiap orang yang melakukan kebenaran harus tetap menjaganya, sebab orang yang berbalik dari kebenaran tetap akan dihukum oleh Tuhan karena tidak menjaga kebenaran tersebut, sebaliknya jika orang fasik berbalik dan bertobat, maka Tuhan akan memberikan kehidupan atau tidak dihukum.

                Keadilan Tuhan juga memberikan kepada manusia kebebasan dari hukumanan dosa keturunan, tetapi juga kesempatan untuk bebas dari hukuman atas kesalahannya sendiri di masa lampau dengan cara berbalik dari dosanya atau bertobat. Tuhan akan menghukum orang yang bersalah dan membebaskan orang yang tidak bersalah. Hal inilah yang  dilakukan Tuhan terhadap bangsa Israel, baik yang dulu maupun yang sekarang hidup dalam pembuangan.

                Sesungguhnya Tuhan senantiasa mengharapkan pertobatan bangsa Israel, karena dengan pertobatan dan pembaharuan hati mereka, maka mereka akan berkenan kepada Tuhan. Tuhan mengharapkan mereka berani mengintrospeksi diri mereka dengan jujur dan jangan cepat menyalahkan Tuhan terlebih dahulu.

                Bagaimana kita menanggapi keadilan Tuhan dalam hidup ini? Bagaimana kita mengintrospeksi diri, masing-masing dengan jujur dihadapan Tuhan? Kalau ada kesalahan atau dosa kita, beranikah kita mengakui dihadapan Tuhan dan melakukan pertobatan dan hidup baru di dalamNya?

                Ingatlah bahwa keadilan Tuhan tidak pernah dapat kita permainkan! Karena Tuhan melihat sampai kedalam hati kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*