suplemenGKI.com

KOKOH, TAK TERGOYAHKAN

Daniel 3:1-18

 

Pengantar
Di dalam Alkitab kita menemukan tokoh-tokoh yang berjuang mempertahankan imannya kepada Tuhan. Meskipun mereka didera oleh pelbagai penderitaan, hal itu justru tak menghalangi langkah mereka untuk tetap memberitakan kabar baik bagi bangsa lain. Bacaan kita pada hari ini menceritakan tentang tiga orang muda yang tetap mempertahankan imannya kepada Tuhan. Mereka adalah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Pemahaman

  • Ayat 4-7         : Apa perintah Nebukadnezar pada seluruh orang yang hadir pada acara penahbisan patung yang telah didirikannya?
  • Ayat 8-12       : Mengapa beberapa orang Kasdim melaporkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego kepada Nebukadnezar?
  • Ayat 17-18    : Bagaimanakah respon ketiga orang muda itu ketika menghadap Nebukadnezar?

Nebukadnezar mendirikan patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta di dataran Dura di wilayah Babel (ayat 1). Ia memerintahkan pada setiap orang yang mendengar berbagai jenis bunyi-bunyian (instrument musik), harus sujud menyembah patung yang didirikan olehnya. Barangsiapa yang tidak menyembah patung tersebut, maka akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Akan tetapi, ada beberapa orang Kasdim yang melaporkan bahwa Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak sujud menyembah patung yang didirikan oleh Nebukadnezar (ayat 12). Orang Kasdim merupakan kelompok ras dari bagian selatan lembah sungai Tigris-Efrat, dan kelompok orang bijak. Mereka cemburu pada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego karena orang-orang muda Yahudi ini mempunyai tempat dalam pemerintahan.

Nebukadnezar yang mendengar laporan orang Kasdim, menjadi sangat marah dan tidak dapat memberikan ampun bagi orang-orang yang telah melanggar perintahnya. Ia pun memanggil mereka bertiga untuk menghadapnya. Nebukadnezar mencoba memberikan kesempatan kedua pada tiga orang muda itu untuk mematuhi perintahnya (ayat 15). Namun tiga orang muda itu memilih untuk tetap mempertahankan imannya, meskipun Nebukadnezar membujuk mereka. Ayat 17 dan 18 mengungkapkan betapa kokohnya iman mereka, yang mana mereka percaya bahwa Tuhan sanggup menolong dan melepaskan mereka dalam keadaan sulit yang akan dijalani.

Refleksi
Pernahkah saudara berada dalam keadaan sulit untuk mempertahankan iman percaya kepada Tuhan? Dalam kondisi demikian, sikap manakah yang saudara pilih: kompromi untuk memilih mementingkan kenyamanan diri dan berpaling dari Tuhan, ataukah justru tetap tinggal dalam Tuhan meskipun harus menanggung banyak resiko? Saudara, acapkali kita diperhadapkan dengan berbagai pilihan yang menggoda iman untuk berpaling dari Tuhan. Apapun tuntutan zaman yang ada di depan mata kita, tidak alasan bagi kita untuk melepaskan pengakuan iman kepada Allah yang hidup.

Tekadku
Tuhan, ajarlah dan mampukan aku untuk tetap mengakui iman percayaku dalam pelbagai tuntutan zaman. Biarlah hatiku tetap melekat kepada-Mu.

Tindakanku
Ketika aku diperhadapkan berbagai pilihan sulit baik dalam pekerjaan, pasangan hidup, pendidikan dan persoalan yang lainnya, aku akan belajar untuk tetap hidup setia dan taat kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«