suplemenGKI.com

Ayub 42:1-6

TITIK BALIK

 

PENGANTAR

Titik balik dipahami sebagai peristiwa yang mendorong seseorang mengalami perubahan hidup.  Perubahan itu sendiri terjadinya bisa cepat ataupun lambat.  Misalnya perubahan (cepat) hidup Paulus dari seorang pembunuh menjadi pemberita Injil.  Dalam bacaan ini, perubahan apa yang dialami Ayub dan apa penyebabnya?  Mari bersama-sama belajar.

 

PEMAHAMAN

Ayat 2 :  Apa yang Ayub pahami tentang Tuhan dan rencanaNya?
Ayat 3 :  Apa yang Ayub akui sebagai kekurangan dirinya dalam memahami Allah?
Ayat 5 :  Perubahan apa yang dialami Ayub?

Pernahkan anda mengalami peristiwa yang menjadi titik balik perubahan hidup?

Perubahan hidup menjadi salah satu tanda adanya dinamika dalam diri seseorang.  Penyebabnya beragam, mulai dari hal-hal yang dianggap biasa sampai yang luar biasa. Pertanyaan yang mesti diajukan adalah perubahan yang seperti apa?  Apakah perubahan itu mengarah kepada kebaikan?  Perikop hari ini menceritakan titik balik dalam kehidupan Ayub.  Setelah Ayub kehilangan satu demi satu anaknya, ia mengalami sakit di sekujur tubuhnya.  Kesulitan yang terjadi beruntun yang mengundang simpati para sahabatnya.

Pembicaraan Ayub dengan para sahabatnya berkembang dari pembicaraan biasa tentang kondisi Ayub, menjadi diskusi yang berujung pada sikap yang menyalahkan Ayub, bahkan kemudian meyakini bahwa Allahlah yang menghukum Ayub.  Semula Ayub membela diri dengan mencoba mendengar dan menyanggah alasan-alasan yang dikemukakan para sahabatnya.  Mendapat ‘serangan’ yang terus menerus, membuat Ayub seolah menyetujui pandangan para sahabatnya.  Tetapi pengalaman tidak mengenakkan tersebut justru menjadi titik balik bagi Ayub, seperti diakuinya, “hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.”  Artinya, Ayub menghayati bahwa segala kebaikan hanya pada Allah yang ketika mempunyai rencana, tidak satupun yang dibiarkan gagal (ay.2).  Yang terpenting bagi Ayub, ia mengenal Allah secara pribadi dibanding sebelumnya.

Titik balik sebagai cara Allah yang bekerja memanggil dan mendewasakan umatNya, agar pengenalan kepada-Nya bukan karena mendengar kata orang, tetapi mengalami secara riil Allah yang hadir dan berkarya dalam hidup.  Tujuannya adalah membawa setiap kita datang mendekat dan lebih bergantung lagi pada Allah.  Namun titik balik membutuhkan tanggapan positif dari pribadi yang mengalaminya, sehingga kemurahan Allah yang memanggil dapat dirasakan sebagai kekuatan dan kuasa yang mengubahkan kehidupan.

REFLEKSI 
Mari merenungkan: Mari kita menjadi pribadi yang menanggapi secara positif perjumpaan dengan Tuhan sehingga kitapun mengalami titik balik yang positif

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk membuka hati sebagai langkah awal menuju perubahan hidup.

TINDAKANKU
Aku mau membuka hati dalam setiap peristiwa agar aku mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang menjadi titik balik dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*