suplemenGKI.com

 

Daniel 1:1-21; 3:15-18

 

 

 

Mengakui Kristus sebagai Raja di Tengah Lingkungan dan Tantangan

 

 Daniel dan ketiga kawannya termasuk dalam kelompok orang Israel yang diangkut ke kerajaan Babel sebagai tawanan raja Nebukadnezar. Mereka punya berbagai alasan untuk tidak lagi mengakui Kristus sebagai Raja agar mereka dapat memperoleh berbagai kenyamanan di lingkungan kerajaan Babel. Namun ternyata mereka mampu untuk bersikap tegas dalam mempertahankan iman percaya mereka. Pertanyaan-pertanyaan berikut kiranya menuntun kita untuk belajar dari Daniel dkk bagaimana dapat tetap mengakui Kristus sebagai Raja, sekalipun berada di tengah lingkungan sebuah “istana raja dunia” yang menawarkan berbagai kenyamanan asal kita mau mengingkari Kristus. 

 

Pertanyaan Penuntun:

 

  1. Siapakah Daniel, Hananya, Misael dan Azarya? Apa latar belakang mereka dan ke mana mereka dibawa sebagai tawanan? (Daniel 1:1-6).
  2. Di tengah kesempatan untuk memperoleh segala kenikmatan, bagaimana sikap dan strategi Daniel? (Daniel 1:5a, 1:8, 1:12-13)
  3. Bagaimana hasil percobaan yang diusulkan Daniel kepada petugas kerajaan? (Daniel 1:15-16)
  4. Selain tubuh mereka lebih sehat, apa yang Allah Bapa anugerahkan kepada mereka? (1:17-20)
  5. Bagaimana pula sikap Sadrach, Mesakh, dan Abedego ketika mereka diminta untuk menyembah patung raja? (Daniel 3:15-18). Ingat saat itu ketiganya sudah berjabatan setingkat gubernur di kerajaan Babel (Daniel 2:49). 

 

Renungan
Banyak anak Tuhan, yang ketika dihadapkan pada berbagai tantangan, merasa “ciut” hatinya dan kemudian cenderung menggunakan hikmat manusia dan mentalitas transaksional. Ia kemudian dengan mudah larut di tengah “arus dunia” yang menawarkan berbagai kemudahan dan kenyamanan dengan imbalan ia mau mengingkari Kristus sebagai Tuhan dan Raja yang Maha Berdaulat.

 

Sekiranya kita berada dalam situasi dan kondisi seperti yang dialami oleh Daniel dan kawan-kawan, mampukah kita bersikap tegas untuk tetap mengakui Kristus sebagai Raja yang Berkuasa untuk menyelamatkan kita. Jika Daniel mampu bersikap tegas untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan yang disediakan istana (Daniel 1:8), maukah kita juga belajar untuk bersikap tegas pula dengan tidak mengambil kesempatan, yang sekalipun tampak menguntungkan diri kita, namun  ternyata mencemarkan diri kita dan menyebabkan kita harus kehilangan Kristus?

 

Ketika ada tantangan dan ancaman seperti yang dialami oleh Sadrah, Mesakh, dan Abednego (Daniel 3:15-18), apakah kita juga bisa bersikap tegar untuk menolak menyembah ilah lain selain dari Allah Bapa yang kita kenal dalam Tuhan Yesus Kristus, sekalipun itu harus dibayar dengan nyawa kita. Sikap yang demikianlah sikap yang mengakui Kritus sebagai Raja yaitu tatkala kita dapat mengakuiNya terlepas dari tantangan sesulit dan sepelik apapun yang harus kita hadapi. 

 

Hanya orang yang terus menjaga hubungan dekat dengan Dia, disanggupkanNya bersikap tegar untuk tetap mengakuiNya sebagai Raja dalam kondisi, situasi, dan tantangan apapun.

 

 

 

=====================================================================================

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*