suplemenGKI.com

Senin, 19 Mei 2014.

18/05/2014

Kisah Para Rasul 17:16-21.

 

Kemajuan Intelektual tidak sebanding dengan kemajuan Rohani

 

Pengantar:
Jaman sekarang ini dikatakan sebagai jaman tehnologi tinggi. Mengapa? lihat saja hampir di semua lini kehidupan dapat dikerjakan dengan sistem komputerisasi tehnologi tinggi. Mau mengetahui peristiwa di belahan dunia manapun dapat dengan mudah diakses secara cepat. Kebutuhan informasi, transfortasi dan komunikasi bukan lagi sesuatu yang sulit, anda tinggal membuka jaringan online dan mengakses ke mana, kepada siapa dan apa kebutuhannya dengan mudah bisa didapatkan. Namun sayang semuanya itu tidak dibarengi dengan kemajuan ahlak, moral dan spiritualitas insan di dunia ini. IT yang begitu canggih justru menggiring manusia pada kebobrokan moral, ahlak dan spiritualitas. Kondisi seperti itulah yang dihadapi Paulus ketika ia berada di kota Athena dalam bacaan kita hari ini. 

Pemahaman:

  1. Mengapa Rasul Paulus sangat bersedih melihat kota Athena yang penuh dengan patung-patung!
  2. Langkah apa yang dilakukan Paulus untuk menolong orang-2 di Athena?

Keprihatin Rasul Paulus melihat kota Athena adalah karena walaupun sebagai pusat pendidikan, tempat kediaman orang-orang terpelajar dan pemikir-pemikir handal tetapi mereka tidak bisa mengenal Allah yang benar, sehingga mereka hidup dalam penyembahan berhala. Ayat 18 menyebutkan bahwa di Athena terdapat beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa. Epikuros: golongan yang mengandalkan pengalaman-pengalaman panca indra untuk mendapatkan pengetahuan, mereka memperhatikan bukti-bukti alami untuk menilai sesuatu itu benar atau salah. Stoa atau Stoiki: golongan yang mengandalkan nalar untuk menilai perkara-perkara alami dan hukum-hukum alam itu benar atau tidak. Menurut mereka, kehidupan yang baik adalah dikendalikan oleh penalaran. Meskipun demikian, mereka tidak mampu mengenali Allah yang benar, sehingga mereka membuat patung ukiran dan disembah sebagai dewa. Apa yang mereka lakukan itu sama sekali tidak akan membawa mereka pada perjumpaan dengan Allah yang benar.

Dalam kondisi demikian Paulus terpanggil untuk memberitakan Allah yang benar kepada kota Athena. Langkah yang dilakukan Paulus adalah mengajak dialog secara bijaksana dengan orang-orang Athena. Baik di rumah-rumah ibadat, di pasar dan di mana saja kepada setiap orang yang dijumpainya walaupun tidak mudah. Bagi Paulus, Panggilan memberitakan Injil kepada sesama adalah tanggungjawab mulia sekalipun harus menghadapi tantangan. 

Refleksi:
Tidak jarang kita sebagai orang percaya, lebih mengedepankan perasaan atau nalar untuk menilai sesuatu itu benar atau salah. Kita melupakan bahwa kebenaran Tuhan Yesus lah yg seharuanya kita andalkan untuk menolong kita hidup benar di jaman modern.

Tekad:
Tuhan, bimbinglah saya agar walaupun saya hidup di tengah dunia modern, namun kerohanian saya tetap bertumbuh ke arah kebenaran Engkau.

Tindakan:
Saya akan terus mengikuti dan menikamti kemajuan tehnologi, tetapi saya juga akan lebih mengutamakan kemajuan kerohanian saya kepada TUHAN YESUS.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«