suplemenGKI.com

Senin, 19 Maret 2018

18/03/2018

Yesaya 50:4-9

HAMBA DAN MURID

PENGANTAR
Tugas utama seorang hamba adalah melayani, sedangkan tugas utama seorang murid adalah belajar. Kita semua sudah tahu hal itu. Tapi, tahukah Anda bahwa keduanya berhubungan erat? Kita tidak dapat menjadi murid Kristus yang sejati jika kita tidak bersedia melayani sebagai seorang hamba. Sebaliknya, ketika melayani sebagai seorang hamba, kita juga harus terus-menerus belajar sebagai seorang murid. Perikop kita hari ini mengungkapkan bahwa kedua status itu, hamba dan murid, harus dimiliki oleh setiap orang yang hendak berkarya bagi Tuhan.

PEMAHAMAN

  • Bagaimanakah sang murid menggunakan perkataan dan pendengarannya? (ay.4)  Dalam hal apakah Yesus menggenapi nubuatan ini?
  • Bagaimanakah sikapnya terhadap Tuhan, Allahnya? (ay.5)  Bagaimanakah sikapnya terhadap orang-orang yang dilayaninya? (ay.6). Dalam hal apakah Yesus menggenapi nubuatan ini?
  • Sang murid sanggup melakukan semua itu dengan pertolongan Tuhan Allah.  Dalam hal apa saja Tuhan Allah menolongnya? (ay.7-9)

Seorang hamba Tuhan yang baik mampu melakukan pelayanannya seperti seorang murid: menggunakan perkataannya untuk memberi semangat kepada mereka yang letih lesu dan menggunakan telinganya untuk mendengarkan.  Semua itu dimulai dari sikapnya yang “tidak memberontak dan tidak berpaling ke belakang” (artinya, taat) terhadap perkataan Tuhan Allah yang mengutusnya.  Seperti kesaksian Yesaya, sikap seperti itu tidak dapat diupayakan dengan kekuatan sendiri, melainkan anugerah pemberian Tuhan (perhatikan: ay.4a, Tuhan Allah telah memberikan; ay.4b, Ia mempertajam; ay.5, Tuhan Allah telah membuka).

Selain bersandar kepada anugerah, seorang hamba Tuhan juga harus rela berkorban dan bahkan menanggung penderitaan.  Sang hamba mengalami semua itu bukan dengan terpaksa, melainkan dengan kerelaannya (perhatikan subyek ‘aku’ yang digunakan di ayat 6).  Justru ketika menunjukkan sikap taat dan rela berkorban, maka kuasa Allah yang mengutusnya itu akan nyata di dalam kehidupan dan pelayanan seorang hamba. Sikap taat dan rela berkorban ini juga yang dimiliki oleh Yesus Kristus ketika Ia lahir di dunia dan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Kristus telah melakukannya semua itu bagi kita.  Apa yang kita lakukan bagi-Nya dan bagi sesama kita?

REFLEKSI
Sudahkah Anda melayani Tuhan dan sesama dengan maksimal? Apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Anda?

TEKADKU
Ya Tuhan, aku akan terus belajar menjadi murid-Mu: membuka telinga untuk mendengar firman-Mu dan membuka hati untuk taat pada kehendak-Mu.

TINDAKANKU
Dalam tahun ini aku akan lebih bersungguh-sungguh dalam mengikuti latihan/ pertemuan rutin dan akan mengikuti pembinaan/ seminar (minimal 1 kali) untuk meningkatkan kualitas pelayananku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«