suplemenGKI.com

SENIN, 19 JUNI 2017

18/06/2017

YEREMIA 20:7-9

TETAP TEGAR MESKI SUKAR

 

Pengantar
Hidup sebagai seorang nabi ternyata tidak menjamin seseorang bebas dari masalah. Meskipun nabi adalah orang kepercayaan Allah yang menyampaikan berita kepada umat Allah, nabi juga mengalami tantangan berat karena jabatan yang diembannya. Sebagai contoh yang terjadi dengan nabi Yeremia dalam bacaan kita hari ini. Bagaimana pergulatan batin Yeremia mempertahakan perannya sebagai seorang nabi yang dicemooh dan disepelekan? Bagaimana Yeremia mampu bertahan dalam tantangan berat? Mari kita perhatikan dalam bacaan kita.

Pemahaman
Ayat 7-8   Apa yang dirasakan nabi Yeremia dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang nabi? Pergumulan apa yang harus dialami oleh Yeremia?

Ayat 9       Apa yang membuat Yeremia terus bertahan menjalankan perannya sebagai nabi?

Nabi Yeremia mulai berkarya di usia muda, 20 tahun. Sebagai seorang nabi, ia merupakan perantara Allah untuk menyampaikan pesan kepada umat-Nya, Israel. Ketika Yeremia menjadi nabi, bangsa Israel hidup berpaling dari Allah. Mereka beribadah pada ilah-ilah lain. Para rajanya lebih mengandalkan kekuatan militernya sendiri dan kekuasaan bangsa-bangsa asing daripada menyerahkan diri pada perlindungan Tuhan. Keadaan ini membuat Yeremia menyampaikan kritikan pedas terhadap seluruh umat Israel. Hal ini membuat umat Tuhan menjadi marah bahkan meremehkan kedudukan Yeremia sebagai seorang nabi.

Dalam bacaan ini Yeremia mencurahkan pergumulan batinnya ketika ia menyuarakan kebenaran di tengah-tengah bangsanya. Mereka malah mentertawakan bahkan mengolok-oloknya (ay. 7). Bukan itu saja Yeremia menjadi malu di tengah-tengah bangsanya sendiri (ay. 8). Kebenaran yang ia sampaikan ternyata menyakiti hati umat Allah. Sungguh sulit menyampaikan nubuatan malapetaka kepada bangsanya sendiri, bangsa yang dicintainya. Mereka lebih senang hidup jauh dari Allah daripada mengabdi kepada Allah.

Meskipun penolakan dan cemoohan ia alami, Yeremia terus bertahan. Ia merasakan ada semangat yang menyala yang Tuhan berikan kepadanya untuk tetap melayani meskipun kesukaran ia alami (ay. 9). Ia menjadi tidak gentar meskipun harus menjadi bahan tertawaan bangsanya sendiri karena ia yakin Tuhan beserta dengannya.

Bacaan ini mengingatkan kita, kehidupan sebagai seorang percaya tidak selamanya mudah. Bila kita hidup sesuai dengan kehendakan Tuhan, melakukan yang benar, kadang kita menjadi bahan olokan dari orang lain bahkan dari orang yang terdekat dengan kita. Namun, kita jangan menjadi patah arang dan malah ikut arus kebanyakan yang tidak lagi peduli pada kebenaran. Kita perlu belajar dari Yeremia yang terus bertahan dalam tekanan sekalipun karena yakin bahwa Tuhan tetap menyertai dalam segala hal.

Refleksi
Pernahkah kita mengalami tekanan karena hidup benar? Mampukah kita terus bertahan seperti Yeremia dalam segala kesukaran yang kita alami?

Tekadku
Ya Allah, kuatkanlah iman kami untuk tetap hidup benar di hadapan-MU meski tantangan harus kami hadapi.

Tindakanku
Tekun dalam doa dan menghayati firman Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«