suplemenGKI.com

ALLAH MAHA KUASA

Kejadian 17:1-14

Pengantar
Pernahkan saudara merasa ragu akan kuasa Allah dalam hidup kita karena masalah yang kita hadapi terlalu berat? Bagaimana cara Allah meyakinkan kita supaya kita tetap percaya kepada-Nya? Peristiwa ini terjadi setelah selama tiga belas tahun setelah kelahiran Ismael yaitu Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, bukan merupakan umur yang muda lagi untuk bisa mendapatkan keturunan. Namun Allah kembali menampakkan diri kepada Abram untuk meneguhkan kembali janji-Nya, supaya Abraham tetap percaya pada janji Allah. Dalam penantian yang panjang Abram kembali mendapatkan peneguhan dan dituntut untuk merespon dengan tepat. Bagaimanakah kisahnya? Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 1             : Bagaimana cara Allah meneguhkan janji-Nya kepada Abram?
  • Ayat 4-14       : Apakah isi firman Tuhan kepada Abram? Dan respon seperti apakah yang dikehendaki oleh Allah?

Allah kembali menyatakan diri kepada Abram untuk meneguhkan keyakinannya sebagai “Allah yang Mahakuasa” (Ibr. ‘El Shaddai’), yang artinya bahwa Allah dapat melakukan segala sesuatu dan tidak ada yang mustahil bagi Dia. Sebagai Allah yang Mahakuasa, Ia dapat menggenapi semua janji-Nya. Dengan demikian anak Abram yang dijanjikan itu akan lahir ke dalam dunia oleh suatu mujizat. Karena dengan usia yang sudah tidak masuk akal untuk mempunyai anak, begitu juga dengan Sarai isterinya. Allah juga menuntut bahwa Abram berjalan di hadapan-Nya dengan tidak bercela yaitu mengabdi sepenuhnya untuk melaksanakan kehendak Allah (Ay. 1).

Dalam perjumpaan Tuhan dengan Abram ini, Tuhan kembali meneguhkan janji kepada Abram yang pernah Tuhan sampaikan kepadanya (Kejadian 15). Bahwa Abram akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Tuhan juga mengubah nama Abram menjadi Abraham (Ay. 5), dan Sarai menjadi Sara (Ay. 15). Sebagai tanda bahwa Abraham akan sungguh-sungguh melahirkan bangsa-bangsa (Ay. 6), ada ikatan perjanjian antara Allah dengan keturunan Abraham yang khusus (Ay. 7), dan tanah Perjanjian itu akan menjadi milik mereka selamanya (Ay. 8).

Allah menghendaki Abraham memberikan respon dengan melakukan perintah Allah berupa memberi diri disunat (Ay. 9-14). Sunat merupakan upacara ritual penyucian untuk pernikahan. Dengan memberi diri disunat seseorang berjanji untuk menjunjung tinggi kesucian pernikahan. Dalam konteks ini, sunat adalah tanda perjanjian dari pihak Abraham dan keturunannya bahwa mereka akan memelihara kesucian hidup supaya layak dalam persekutuan dengan Allah.

Refleksi
Renungkanlah: Tidak ada yang mustahil bagi Allah, karena Allah kita adalah Allah yang Mahakuasa. Masalah seberat apapun yang menimpa kita, Tuhan pasti sanggup untuk menolong kita.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk bisa tetap percaya kepada-Mu di tengah persoalan yang sepertinya mustahil untuk bisa diselesaikan. Karena Engkau adalah Allah yang Mahakuasa

Tindakanku
Saya akan terus berdoa dan tetap percaya kepada Tuhan walaupun masalah yang saya hadapi begitu berat. Setia menanti Allah menunjukkan kuasa-Nya di setiap pergumulan yang saya hadapi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*