suplemenGKI.com

PEMBERITA KABAR BAIK

Yesaya 52:7-10

 

Pengantar
Seorang nara pidana duduk menerawang jauh dengan pandangan kosong. Namun tak lama kemudian dia bersorak gembira dan bersujud syukur sebab seorang petugas membawa surat keputusan remisi untuknya. Saat petugas mengatakan, “ Selamat ya, besok kamu bebas!”, ia langsung bersukacita dan mencium tangan petugas itu dengan penuh haru. Kebebasan itulah yang dia nantikan. Saat semua orang di negeri ini bergembira merayakan HUT kemerdekaan RI, ia pun dapat merasakan betapa berarti kemerdekaan. Kabar baik yang dinanti-nantikan telah tiba.

Bacaan hari ini juga mengisahkan kedatangan pembawa kabar baik yang memberitakan tentang pembebasan dan penyelamatan umat. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

Ayat 7      :  Mengapakah pembawa kabar baik terlihat indah? Kabar baik apakah yang hendak diberitakan?

Ayat 8       : Apakah yang membuat pengawal  bersorak-sorai ?

Ayat 9-10 : Mengapa umat juga diminta bersorak-sorai?

Pembuangan ke Babel membawa penderitaan panjang bagi umat Israel. Namun mereka tak selamanya menderita. Hukuman mereka akan segera berakhir. Allah mendengar jerit tangis  umat yang ditawan di Babel. Mereka diberi kesempatan menyongsong masa depan baru yang penuh harapan. Untuk itu Allah mengutus seorang Pemberita Kabar Baik (Ibr. mebaser).

Kedatangannya dari atas bukit-bukit untuk menyampaikan Kabar Baik (Ibr. bissar) sungguh merupakan pemandangan yang indah. Diiringi para pengawal yang bersorak-sorai penuh sukacita, ia memberitakan bahwa Allah menebus umat-Nya dan membawa mereka kembali ke Sion (ayat7-10). Penderitaan umat akan segera berganti dengan damai dan selamat. Sungguh ini merupakan kabar baik yang dinantikan umat.  Maka umat pun menyambut kabar baik itu dengan bersorak-sorai. Betapa bahagianya mereka.

Apakah Anda juga sedang menantikan kabar baik yang membawa bahagia? Sesungguhnya tidak sedikit orang yang terus menanti-nantikan kabar baik. Tahukah Anda bahwa selalu ada kabar baik yang hendak TUHAN sampaikan kepada dunia? Bukankah berita Natal menjadi kabar baik bagi dunia ini? Masalahnya, apakah kabar baik itu telah menyapa semua orang di dunia? Siapa yang mau diutus TUHAN untuk menyampaikan kabar baik bagi semua orang?

Refleksi
Saat malam yang gelap, lampu hiasan pohon Natal tampak indah bersinar dan menerangi kegelapan. Pandanglah lampu-lampu  itu dan renungkanlah apakah orang-orang di sekitar Anda juga merasakan keindahan cahaya perkataan Anda? Manakah yang lebih banyak Anda lakukan: memberitakan kabar baik yang menyinarkan kebahagiaan, kedamaian dan pengharapan ataukah kabar buruk yang menakutkan ?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku  memancarkan keindahan kasih-Mu dengan menjadi pemberita kabar baik di tengah banyaknya kabar buruk yang merusak damai dunia ini.

Tindakanku
Hari ini aku akan mengucapkan perkataan positif yang memberi pencerahan, damai dan pengharapan. Aku akan berhenti mengucapkan kalimat negatif yang tidak membawa damai di hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*