suplemenGKI.com

Ibrani 7:1-10

IMAMAT MELKISEDEK & TRADISI KEAGAMAAN

PENGANTAR
Sungguh tidak mudah mengubah cara berpikir dan pemahaman seseorang, khususnya jika hal tersebut berhubungan dengan tradisi keagamaan. Kesulitan inilah yang juga dihadapi oleh orang-orang Kristen berlatar belakang Yahudi, penerima surat Ibrani. Mereka bukan orang Kristen baru, namun mereka masih perlu diajar mengenai ”asas-asas pokok penyataan Allah”(lihat 5:12). Untuk itu, penulis surat Ibrani berupaya menjelaskan posisi dan karya Yesus sebagai Imam Besar (lihat 4:14-16). Masalahnya, selama ini mereka memahami bahwa seorang Imam Besar harus berasal dari suku Lewi, sedangkan Yesus berasal dari suku Yehuda. Di dalam bacaan kita hari ini, penulis surat Ibrani membuktikan bahwa Allah sanggup bekerja melampaui keterbatasan tradisi keagamaan yang telah mereka pegang turun-temurun.

PEMAHAMAN
Di beberapa bagian sebelumnya, penulis surat Ibrani telah menyebutkan keimaman Yesus Kristus yang bersifat khusus, yang ditetapkan ”menurut peraturan Melkisedek” (lihat 5:6, 6:20, lihat juga Mzm. 110:4). Dalam bacaan hari ini, ia menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini dengan menguraikan Kejadian 14:17-20 yang mencatat pertemuan Melkisedek dengan Abraham.

  • Ay. 1-3.       Keistimewaan apa saja yang disebutkan mengenai Melkisedek? Mengapa keistimewaan-keistimewaan itu disebutkan di sini?
  • Ay. 7-10.    Dalam bagian ini, apa yang dapat kita pelajari mengenai hubungan antara Melkisedek, Abraham, dan keturunan Lewi?

Di ayat 1-3, penulis surat Ibrani menyebutkan berbagai keistimewaan yang dimiliki Melkisedek. Ia seorang raja sekaligus seorang imam. Ia memberkati Abraham dan menerima persepuluhannya. Dalam nama Melkisedek terdapat sifat-sifat mesianis, yaitu kebenaran dan damai sejahtera. Ia tidak berayah, tidak beribu, tanpa silsilah, tanpa awal hari atau akhir kehidupan, dan ia ditetapkan menjadi imam sampai selama-lamanya. Penulis surat Ibrani menyebutkan semua itu untuk menempatkan Melkisedek sebagai prototipe (model awal) bagi keimaman Kristus. Penulis surat Ibrani menunjukkan bahwa model imamat yang khusus ini sebenarnya telah ada sejak dahulu.

Di ayat 4-10 penulis surat Ibrani menjelaskan hubungan antara Melkisedek, Abraham dan suku Lewi.  Abraham memberi Melkisedek persepuluhan, dan Melkisedek memberkati Abraham, meskipun Melkisedek bukan keturunan Lewi. Abraham adalah leluhur kaum Lewi. Karena itu, di dalam persepuluhan yang diberikan Abraham juga terdapat persepuluhan kaum Lewi (ay. 9-10). Jelaslah bahwa Melkisedek lebih tinggi daripada Abraham dan semua imam keturunan Lewi.

REFLEKSI
Imamat Melkisedek yang digenapi dalam Kristus membuktikan bahwa Allah sanggup bekerja melampaui batasan tradisi keagamaan kita.

TEKADKU
Tuhan, mampukanlah kami bersikap terbuka terhadap karya-Mu di dalam dan melalui orang-orang yang memiliki pemahaman dan tradisi keagamaan yang berbeda.

TINDAKANKU
Hari ini aku akan berdoa bagi seseorang yang sering berbeda pendapat denganku, khususnya dalam pemahaman keagamaan. Aku akan berdoa agar Tuhan memberkati keluarganya dan pekerjaannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«