suplemenGKI.com

Yeremia 14:1-9

“Sikap Seorang Kristen Saat Menderita Karena Dosa ”

Kitab Yeremia pasal 14:1-9 ini berisi tentang akibat-akibat yang sangat merugikan  tatkala musim kering menimpa Yehuda. Akibat ketidaksetiaan bangsa Yehuda maka Allah mengirimkan bencana alam.(bandingkan dengan Imamat 26:18-19; Ulangan 28:22-24). Bangsa Yehuda telah menolak Allah—Sang Sumber air hidup (Yeremia 2:13) —dan sebagai konsekwensi atas penolakan itu, maka mereka akan kehilangan persediaan air alami mereka juga.

-         Apa yang dimaksud dengan ungkapan “pintu-pintu gerbangnya rebah dan dengan sedih terhantar di tanah” (ay. 2)?

-         Mengapa dalam penggambaran tentang musim kering ini Yeremia menyebutkan tentang rusa betina dan keledai-keledai hutan? Apa uniknya kedua macam binatang ini?

-         Di dalam doanya, Yeremia berkata, “bertindaklah membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu!” (ay. 7). Mengapa Yeremia mengalaskan permohonannya itu pada nama Allah?

Renungan:

Musim kering yang dialami bangsa Israel pada waktu itu nampaknya sangatlah hebat. Hal ini tergambar dalam ayat 2-6. Para penduduk kota biasanya berkumpul di pintu gerbang kota. Kadang mereka melakukan rapat juga di pintu gerbang kota itu. Sehingga ketika dikatakan bahwa pintu gerbang rebah, nampaknya yang dimaksud Yeremia adalah penduduk kota secara keseluruhan yang rebah karena akibat musim kering tersebut. Air sangat sulit didapat sehingga mereka yang mencari airpun harus pulang dengan tangan hampa. Hal ini menimbulkan penderitaan yang berat. Seluruh lapisan masyarakat menderita. Para pembesar menderita, demikian pula rakyat jelata.

Para petani yang dimaksud dalam ayat 4 adalah mereka yang tidak memiliki tanah sendiri dan harus bekerja pada seorang tuan. Bahkan binatang di padangpun juga turut menderita. Rusa betina yang terkenal karena kehati-hatiannya dalam memelihara anak-anaknya, tapi karena musim kering yang amat sangat, ia terpaksa pergi meninggalkan anak-anaknya. Sebuah perilaku yang sangat bertolak belakang dengan nalurinya. Begitu pula halnya dengan keledai hutan. Binatang yang terkenal mampu bertahan dalam musim kering itu mengap-mengap karena tidak mendapatkan angin sekalipun ia berada di atas gunung. Bahkan matanya menjadi lesu karena kelaparan yang dideritanya.

Kedahsyatan musim kering inilah yang menjadi latar belakang doa yang dipanjatkan nabi Yeremia dalam ayat 7-9. Di dalam doanya itu Yeremia memohon belas kasihan Allah. Dia berkata, ”bertindaklah membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu!” Bagi orang Ibrani nama seseorang menunjukkan karakter orang tersebut. Jadi pernyataan ”oleh karena nama-Mu” itu dapat juga berarti ”sesuai dengan sifat-Mu”. Sesuai dengan sifat Allah yang maha pengasih lagi penyayang itulah Yeremia memohon kepada Allah.

Pada jaman Yeremia, ada kebiasaan untuk mengadakan hari perkabungan nasional, sebagaimana kita memasang bendera setengah tiang pada akhir bulan September. Hari perkabungan itu biasanya diadakan berkaitan dengan terjadinya bencana yang berskala nasional, misalnya: kalah dalam peperangan, mengalami musim kering, kelaparan, wabah penyakit. Pada hari perkabungan nasional itu biasanya orang berkumpul di Bait Allah dengan berkabung, yaitu: mengenakan kain kabung dengan abu di atas kepala, menangis dengan suara nyaring serta berpuasa dan berdoa.

Berkaca dari kitab Yeremia ini, apakah kitapun memiliki hati yang mau dengan segenap hati ’berkabung’ untuk dosa-dosa kita?

”Saat hidup kita mendung karena dosa,

saatnyalah bagi kita untuk segera berkabung

dan memohon belaskasih pengampunanNya.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«