suplemenGKI.com

GEMBALA SEJATI, MENJAGA TANPA BATAS!

Yeremia 23:1-4

 

Pengantar
Pekerjaan seorang gembala domba adalah pekerjaan yang sangat berat dan berbahaya. Kawanan domba yang digembalakan, sangatlah bergantung padanya. Jika tak ada sang gembaIa, maka domba-domba itu akan menjadi tak terarah dan tersesat. Oleh karena itu, ia wajib menjaga dan melindungi binatang peliharaannya dari binatang buas maupun pencuri. Berbicara tentang peran dan tanggung jawab yang dimiliki oleh gembala, mengingatkan kita dengan karya Tuhan, Sang Gembala yang senantiasa menjaga dan membimbing kita. Saudara, melalui renungan hari ini kita akan diajak untuk menyelami betapa besar karya cinta kasih Sang Gembala yang menjaga dan melindungi domba-Nya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2     : Siapakah yang dimaksud dengan “gembala” dalam bagian ini? Apa yang telah dilakukan oleh para “gembala” itu kepada umat pilihan-Nya?
  • Ayat 3-4     :Apakah yang akan diperbuat oleh Tuhan Allah untuk menyelamatkan umat-Nya?

Pasal 23 dalam kitab Yeremia menubuatkan celaka dan hukuman atas para “gembala”, yakni para pemimpin bangsa Yehuda. Sebagai para pemimpin, seharusnya mereka melakukan tanggung jawab dalam mengayomi umat Tuhan. Namun kenyataannya justru berbanding terbalik. Rupanya status mereka sebagai pemimpin ditandai dengan kemunafikan. Para pemimpin Yehuda tersebut memang menjalankan ibadah, tetapi dalam kehidupan sehari-hari tidaklah demikian adanya. Demi kepentingan pribadi, mereka memperkaya diri sendiri sehingga mengabaikan kesejahteraan umat Tuhan. Akibatnya, umat pun terserak dan tercerai-berai, yang mana umat Tuhan itu mengalami kemiskinan, penindasan, dan tidak merasakan damai sejahtera. Bahkan umat Tuhan pun mengalami masa pembuangan ke negeri Babel.

Tuhan yang melihat segala perbuatan mereka, menjadi murka dan akan membalaskan segala kejahatan mereka. Tuhan sendiri yang akan mengumpulkan kembali umat-Nya dan membawa kembali ke tempat asal mereka sendiri, dengan kondisi kehidupan yang jauh lebih baik (ayat 3). Jika sebelumnya mereka mendapatkan gembala, yakni pemimpin yang tidak pernah memperhatikan kesejahteraan mereka dengan baik, nantinya keadaan akan berbanding terbalik. Tuhan akan mengangkat pemimpinbaru yang dengan kesungguhan hati akan memimpin dan melindungi (ayat 4). Mereka tidak perlu lagi takut akan ancaman bahaya dari luar dan Tuhan tak akan membiarkan mereka hilang dalam komunitasnya.

Refleksi
Pergumulan berat apakah yang saat ini tengah saudara rasakan? Apakah saudara merasakan bahwa pergumulan itu membuat hidup menjadi hancur dan tak berdaya? Dalam menghadapi pergumulan itu, sikap manakah yang saudara pilih: mengandalkan kekuatan manusia atau mengandalkan Tuhan, sang Gembala Sejati?

Tekad
Tuhan,ampunilah bila selama ini aku lebih mudah menyerah, mengandalkan diri sendiri, dan bahkan bergantung pada pertolongan orang lain.Ajarku untuk selalu berharap kepada-Mu, sang Gembala Sejati yang menjaga dan melindungiku.

Tindakan
Aku akan menyanyikan “Tuhan, Kau Gembala kami” (Kidung Jemaat 407) dan menghayatinya lebih dalam, sehingga imanku semakin mantap melangkah bersama Tuhan, Sang Gembala Sejati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*