suplemenGKI.com

Yesaya 55:1-5.

 

“Datanglah Kepada Tuhan Dan Engkau Akan Hidup”

Pengantar:
Setiap orang pasti akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meraih apa yang didambakannya. Tidaklah salah seseorang berjuang agar segala kebutuhan hidup terpenuhi, agar apa yang didambakan tercapai atau sukses meraih cita-cita. Namun, jika semua itu telah terpenuhi, telah dicapai atau diraih apakah berarti seseorang telah memiliki “hidup?” Hidup dalam kontek tema hari ini adalah berbicara tentang “Keselamatan” Yesus berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6) Ayat tersebut menegaskan bahwa hidup itu hanya dapat dicapai melalui Yesus, bukan melalui upaya dan kerja keras manusia. Bagaimana supaya dapat memperoleh “Hidup” mari kita telusuri melalui bacaan hari ini.

Pemahaman:

  1. Siapa saja yang dapat memperoleh hidup? (v. 1-2a)
  2. Bagaimanakah caranya supaya dapat memperoleh hidup? (v. 2b-3)
  3. Tugas manusia setelah mengalami hidup atau keselamatan? (v. 4-5)

Ayat 1 adalah ilustrasi tentang undangan Allah bagi manusia untuk bertobat dari kehidupan yang sia-sia dan memperoleh keselamatan. Pernyataan ”semua orang” menunjukan bahwa undangan keselamatan itu adalah kehendak Allah bagi semua orang atau semua bangsa. Mengapa Allah membuka undangan keselamatan itu bagi semua orang? Karena sesungguhnya semua manusia itu telah hidup dalam jalannya, kemauannya dan caranya sendiri yang semuanya tidak mungkin membawanya pada keselamatan, melainkan pada kebinasaan (v. 2a) Itulah sebabnya Allah menunjukkan sebuah cara dengan mengundang manusia untuk datang-Nya untuk menerima anugerah keselamatan-Nya. Anugerah keselamatan itu hanya dapat diperoleh jika manusia meninggalkan jalan hidup yang sia-sia dan meresponi undangan Allah. Pernyataan “Dengarkanlah Aku…sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku” menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk memperoleh hidup atau keselamatan adalah dengan mendengar, menyediakan diri dan datang kepada Allah maka akan mendapatkan anugerah keselamatan sejati, di luar Allah, apapun upaya manusia semuanya sia-sia. Sebagai wujud ucapan syukur, maka orang yang telah mengalami keselamatan pipanggil untuk menjadi saksi tentang sumber keselamatan itu pada sesama. Itulah sebabnya Allah juga menetapkan setiap orang yang telah diselamatakan agar menjadi saksi bagi bangsa-bangsa sehingga mereka juga mengenal Allah sebagai sumber keselamatan.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Sudahkah kita mengalami hidup sejati di dalam Tuhan, jika sudah bersyukurlah, tetapi jika belum saat ini kesempatannya ambil keputusan datang kepada-Nya.

Tekadku:
Tuhan, saya bersyukur karena telah mengenal dan mempercayai Engkau sebagai sumber hidup sejati atau keselamatan dalam hidup ini.

Tindakkan:
Saya mau belajar untuk menyaksikan Allah sang sumber hidup sejati itu kepada dunia melalui hidup saya yang bertumbuh dalam iman dan perbuatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«