suplemenGKI.com

Senin, 18 Juni 2018

17/06/2018

ALLAH ADA DI SANA

Ayub 38:1-11

 

PENGANTAR
Salah satu pertanyaan klasik yang ditanyakan orang beragama, khususnya ketika menghadapi pergumulan hidup, “dimanakah Allah?”  Pertanyaan sama juga terucap ketika Ayub bersoal jawab dengan para sahabatnya.  Menarik memahami apa jawaban Allah dalam bagian ini. 

PEMAHAMAN

  • Sarana apa yang Allah pakai untuk menyatakan diri-Nya? (ayat 1)
  • Bagaimana penilaian Allah kepada manusia? (ayat 2)
  • Apa yang Allah nanti dari manusia? (ayat 3)
  • Pernahkah dalam pergumulan hidup, saudara mempertanyakan Allah?

Manusia tidak dapat memahami proses kehidupan secara tuntas.  Wajar bila kemudian manusia mudah ragu dan mulai mempertanyakan Allah.  Bukan berarti manusia bebas menganggap Allah seperti yang ia pikirkan; atau seolah ia tidak perlu merasa bersalah dengan cara berfikirnya tentang Allah.  Pemahaman yang benar tentang Allah seharusnya menolong manusia meletakkan keterbatasan pemikirannya pada keyakinan bahwa Allah ada.  Namun terlepas dari pentingnya pemahaman yang benar, pasal ini seolah memberi ‘kesempatan’ Allah menjelaskan diri-Nya ketika manusia meragukan-Nya.   Pertama, Allah menggunakan fenomena alam sebagai sarana menyatakan diri-Nya kepada manusia:  “badai” (ayat 1), “dasar bumi” (ayat 4), “bintang-bintang fajar”  (ayat 7), dan “laut” (ayat 8)“.  Artinya, Allah hadir, dekat dan tetap berkarya menurut caraNya sendiri;  dan tidak ada keadaan apapun yang menjadi alasan bagi Allah meninggalkan ciptaan-Nya.  Kedua, Kehadiran Allah dinyatakan melalui kedaulatan-Nya atas kehidupan.  “Aku meletakkan dasar bumi, merentangkan tali pengukur,  membendung laut, membuat awan menjadi pakaian”  dan lain-lain (ayat 4-9).  Dengan demikian,  sejak awal Allah terlibat dan selalu menjadi bagian dari keberlangsungan kehidupan termasuk segala kesulitan yang dialami manusia.

Hidup pasti terganggu dan akan gagal mencapai target, bila manusia terus menyalahkan Allah untuk hal-hal yang tidak sanggup ia pahami.  Menyalahkan Allah hanya akan berujung kekecewaan, bila masih mengharapkan apa yang terjadi sesuai kehendak kita.  Justru intervensi Allah menjadi cara yang Dia lakukan agar kita bersedia menyelami maksud dan jalan Allah dalam kehidupan.  Memang tidak mudah tapi prosesnya pasti akan mendewasakan.  Jalan pertama terbaik yang perlu dilakukan, tidak menyalahkan Allah.  Temukan rencana Agung Allah dalam perenungan melalui peristiwa apapun;  sebab Allah tidak akan membiarkan kita sendiri.  Dia ada di sana untuk memberi jawab atas persoalan kita.  Percayai dan terus nantikan pertolongan-Nya.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Tidak ada keadaan apapun yang menjadikan Allah jauh dan tidak berkarya dalam kehidupan.  Dia ada dan akan menunjukkan diri-Nya di saat kita bertanya.

TEKADKU
Tuhan Yesus mampukan aku meletakkan iman dan pengharapan hanya pada kedaulatan-Mu;  bukan pada kekuatan manusiaku.

TINDAKANKU
Dalam pergumulanku, aku tidak terus bertanya “dimanakah Allah?” tetapi membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Dia menyatakan diri-Nya dan berkarya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«