suplemenGKI.com

Senin, 18 Juli 2016

17/07/2016

TUNDUK PADA PETUNJUK TUHAN

Hosea 1 : 2 – 10 

Pengantar
Dalam Kehidupan ini kita pernah berjumpa dengan apa yang dinamakan “pertanda” atau “penanda”, yaitu sesuatu hal atau peristiwa yang memberi petunjuk untuk mengingatkan (memberitahukan) kita, atau yang mengarahkan kita untuk melakukan (mengikuti) pertanda atau penanda (tanda-tanda) tersebut. Salah satu contoh tanda yang biasa adalah rambu-rambu jalan, yang mana dapat kita maknai sebagai petunjuk yang membawa kita pada hal yang positif, yaitu keamanan bersama di jalan. Namun ada juga peristiwa tidak biasa yang memberi tanda tentang sesuatu yang akan terjadi. Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan adanya suatu peristiwa yang tidak biasa, maka mari kita membaca dan merenungkan kitab Hosea 1 : 2 – 10, untuk menemukan petunjuk TUHAN di dalamnya.

Pemahaman

Ayat  2 – 5    :  Mengapa TUHAN berfirman kepada Hosea untuk kawin dengan perempuan Sundal?

Ayat  6 – 7    :  Apa yang akan dilakukan TUHAN kepada kaum Yehuda?

Ayat  8 – 10  :  Bagaimana keadaan orang Israel di masa depan?

TUHAN berfirman kepada Hosea untuk kawin dengan seorang perempuan Sundal dengan tujuan menunjukkan perbuatan umat-NYA yang tidak lagi setia beribadah kepada-NYA. Hal itu dinyatakan secara keras dalam ungkapan “negeri ini telah bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN” (ayat 2). Dengan demikian kita harus menyadari bahwa TUHAN dapat mengingatkan dosa kita melalui sebuah peristiwa yang tidak biasa.

Walau demikian, TUHAN masih menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka. Hal ini terjadi bukan karena kebaikan umat, tetapi ‘demi TUHAN”, ALLAH mereka (ayat 7). TUHAN yang setia bertindak untuk menyatakan kasih setia di tengah umat yang tidak setia kepada-NYA, sehingga di balik peristiwa penghukuman selalu ada proses pemulihan yang bersumber dari ALLAH sendiri, dengan cara ALLAH

Dan untuk orang Israel dikatakan bahwa kelak, jumlah mereka akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: “Kamu ini bukanlah umat-Ku,” akan dikatakan kepada mereka: “Anak-anak Allah yang hidup.”Masa depan ini menjadi pengharapan setiap orang, bahwa pada akhirnya kita dapat disebut sebagai anak-anak ALLAH yang hidup, jika kita menanggapi petunjuk TUHAN sebagai sebuah anugerah.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan keberadaan hidup kita.

  • Apakah kita pernah mengalami peristiwa yang tidak biasa dalam hidup kita?
  • Apakah kita mampu melihat petunjuk TUHAN dibalik peristiwa tersebut?

Tekad
TUHAN, buatlah aku menjadi peka akan petunjuk-MU dalam setiap peristiwa kehidupan, terutama jika menyangkut kehidupanku yang tidak berkenan kepada-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan menjadikan petunjuk dan janji TUHAN sebagai anugerah bagi hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*