suplemenGKI.com

Yunus 3:1-5

NASIONALISME DAN PELAYANAN

PENGANTAR
Nasionalisme atau kecintaan terhadap bangsa dan negara sendiri adalah sebuah sikap yang mulia. Karena itu, seseorang yang mati demi mempertahankan bangsa dan negaranya diberi penghormatan dengan gelar pahlawan. Namun, sikap yang mulia ini ternyata juga dapat menghalangi pelayanan kita. Ini bisa terjadi jika kecintaan terhadap bangsa dan negara sendiri itu membuat kita tidak mampu mengasihi orang-orang dari bangsa dan negara lain.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1-3a.      Mengapa Tuhan harus berfirman dua kali kepada Yunus? (lihat 1:1-3, dan 4:1-3). Apa yang kemudian membuat Yunus bersedia menuruti firman-Nya dan pergi ke Niniwe? (lihat 2:9).
  • Ayat 3b-4.     Niniwe adalah kota yang sangat besar (ay. 3b). Apakah Yunus menjalani seluruh kota itu? (ay.4a). Mengapa Yunus berkhotbah sedemikian singkat? (ay. 4).
  • Ayat 5.            Bagaimana orang-orang Niniwe menanggapi khotbah Yunus? (ay. 5, lihat juga ay. 6-10). Apa yang dapat kita pelajari dari ”keberhasilan” Yunus mempertobatkan orang-orang Niniwe?

Yunus adalah nabi Israel yang oleh Tuhan diutus untuk menegur penduduk kota Niniwe agar mereka menghentikan kejahatan mereka (1:2).  Masalahnya, orang-orang Niniwe adalah musuh besar bangsa Israel dan telah cukup lama membuat mereka menderita. Nasionalisme atau kecintaan kepada bangsanya itulah yang membuat Yunus tidak ingin melihat orang-orang Niniwe bertobat dan mendapat belas kasihan Tuhan (4:1-2). Yunus menolak pergi ke Niniwe, dan melarikan diri ke Tarsis.  Namun, Tuhan menggagalkan pelarian Yunus. Yunus dibuang ke laut dan ditelan oleh seekor ikan besar. Pengalaman selama tiga hari dalam perut ikan membuat Yunus mengakui bahwa keselamatan yang diterimanya adalah anugerah dari Tuhan” (2:9). Jadi, karena pengalaman itulah Yunus bersedia pergi ke Niniwe, bukan karena sikapnya terhadap orang-orang Niniwe sudah berubah.

Untuk menjangkau seluruh penjuru kota Niniwe diperlukan tiga hari perjalanan. Namun, Yunus hanya melakukan sehari perjalanan dan memberikan khotbah yang sangat singkat. Dalam khotbahnya, Yunus tidak memberitakan kasih Allah dan tidak memanggil mereka untuk bertobat. Maklum, seperti yang telah dijelaskan di atas, Yunus memang tidak ingin melihat orang-orang Niniwe bertobat dan mendapat belas kasihan Tuhan. Mungkin, Yunus justru berharap empat puluh hari lagi Allah akan benar-benar menghancurkan Niniwe, musuh bangsanya itu.

Nasionalisme telah menghalangi pelayanan Yunus sebagai seorang nabi. Namun, kasih Allah melampaui nasionalisme Yunus. Orang-orang Niniwe ternyata memberikan respon positif terhadap khotbah Yunus, dan pertobatan terjadi pada seluruh bagian kota itu.

REFLEKSI
Tidak ada yang dapat menghalangi kasih Allah kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.

TEKADKU
Ya Tuhan, curahkanlah kasih-Mu kepadaku agar aku mampu mengasihi orang-orang yang harus aku layani, meskipun mereka berasal dari bangsa dan negara lain.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan berdoa, memohon berkat bagi salah satu bangsa dan negara yang selama ini tidak aku sukai, atau bahkan aku benci.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«