suplemenGKI.com

Bacaan : Kejadian 45 : 1 – 3

Tema : Hati yang mengampuni

PENGANTAR
Dalam kehidupan keluarga, terutama dalam berelasi dengan saudara seringkali terjadi gesekan, benturan dan keretakan. Dan semua itu dapat menimbulkan sakit hati dan dendam yang mungkin sulit untuk bisa saling memaafkan. Tentu hubungan keluarga seperti itu tidak nyaman untuk dijalani. Hal inilah yang terjadi dalam kehidupan keluarga Yakub, secara khusus hubungan anak-anaknya, antara Yusuf dan saudara-saudaranya. Dan salah satu penyebab ketidakharmonisan hubungan Yusuf dan saudara-saudaranya adalah, Yakub memperlakukan Yusuf sangat istimewa dibanding kakak-kakaknya, sehingga mereka iri hati kepada Yusuf. Dan karena iri hati itulah mereka ingin membunuh Yusuf. Namun untunglah rencana tersebut akhirnya berubah, sehingga mereka akhirnya menjual Yusuf sebagai budak ke Mesir.

PEMAHAMAN

  1. Apa makna dari kalimat, “Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya” ? ( ayat 1 )
  2. Mengapa Yusuf memperkenalkan diri sebagai saudara mereka ? ( ayat 2-3 ). Bukankah itu merupakan kesempatan bagi Yusuf untuk membalas dendam atas  segala kejahatan yang pernah mereka lakukan terhadap dirinya ?

Pada saat saudara-saudara Yusuf membeli gandum yang kedua kalinya, Yusuf merencanakan untuk menguji saudara-saudaranya dengan menaruh piala Yusuf di karung Benyamin, sehingga Benyamin harus di tahan oleh Yusuf. Namun Yehuda berusaha membela dan berusaha menggantikan hukuman Benyamin, sehingga pada saat itulah diceritakan bahwa Yusuf tidak dapat menahan hatinya untuk memperkenalkan diri kepada saudara-saudaranya, bahwa ia adalah saudara mereka. Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya, “Akulah Yusuf”. Mendengar pengakuan Yusuf, mereka menjadi takut dan gemetar kepada Yusuf. Bagaimana tidak takut dan gemetar, karena dihadapan mereka berdiri penguasa Mesir yang tak lain dan tak bukan adalah saudara mereka sendiri, yang pernah mereka mau bunuh. Wajar kalau mereka takut dan gemetar kepada Yusuf. Namun Yusuf adalah pribadi yang luar biasa. Ketika Yusuf memperkenalkan diri kepada mereka tujuannya adalah : Pertama adalah untuk memberi rasa aman dan ketenangan kepada saudara-saudaranya yang saat itu sangat tegang dan ketakutan karena dituduh mencuri dan ketakutan kehilangan Benyamin adiknya. Kedua : karena rindunya kepada saudara-saudaranya. Sudah sekian lama Yusuf berpisah dengan saudara-saudaranya sehingga rasa rindu kepada saudara-saudaranya tidak dapat dibendung lagi. Yusuf ingin dekat dengan mereka. Ingin memeluk dan mencium mereka. Apalagi di saat-saat susah ketika terjadi kelaparan, Yusuf ingin menghibur dan menguatkan serta bersukacita bersama mereka. Bagi Yusuf susah dan senang dapat dipikul dan dinikmati bersama. Baik atau buruk saudara tetaplah saudara. Belajar dari Yusuf mengapa ia bisa menerima saudara-saudaranya ? karena Yusuf memiliki hati yang mengampuni. Jika kita memiliki hati yang mengampuni maka kita dapat hidup rukun dengan saudara-saudara kita baik saudara kandung maupun saudara seiman. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil waktu sejenak untuk merenungkan : bagaimana hubungan anda dengan saudara-saudara anda ? pernahkah terjadi gesekan, persoalan ? bagaimana anda mengatasinya ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ajarlah saya memiliki hati yang mengampuni kepada saudara-saudara yang bersalah kepada saya.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan mengampuni setiap saudara saya yang bersalah kepada saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*