suplemenGKI.com

Senin, 18 April 2016

17/04/2016

MERUNTUHKAN TEMBOK PEMISAH

Kisah Para Rasul 11:1-3

 

Pengantar
Di Indonesia ada berbagai golongan masyarakat. Kondisi Indonesia yang majemuk seringkali memunculkan konflik dan pelbagai ketegangan relasi antar kelompok. Demikian pula gereja yang juga terdiri dari pelbagai kelompok atau denominasi dengan berbagai aliran atau paham yang dianutnya. Seringkali tanpa disadari masing-masing anggota melihat denominasi lain dalam hal kekurangannya. Konflik dan kesalahpahaman antar kelompok bisa terjadi di mana pun. Hal ini terjadi karena adanya orang-orang yang cenderung bersikap eksklusif, ingin membangun sebuah tembok pemisah. Untuk itulah, hari ini kita akan belajar dari pengalaman Petrus dalam meruntuhkan tembok pemisah manusia.

Pemahaman

  • Ayat 1      : Apa yang terjadi setelah Petrus membaptis Kornelius dan keluarganya?
  • Ayat 2-3 : Apa yang dipermasalahkan oleh orang-orang dari golongan orang yang bersunat kepada Petrus?

Peristiwa yang melatarbelakangi Kisah Para Rasul 11 adalah kisah sebelumnya yaitu ketika Petrus membaptis Kornelius dan seluruh keluarganya ( Kisah Para Rasul 10 ). Kornelius adalah seorang perwira pasukan Italia. Ia adalah orang yang saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah, memberi banyak sedekah pada orang Yahudi, dan senantiasa berdoa kepada Allah. Petrus diutus Tuhan untuk memberitakan firman Allah kepada Kornelius, sehingga oleh perkenanan Roh Kudus yang turun pada orang-orang yang mendengarnya, mereka menjadi percaya lalu dibaptis. Apa yang telah dilakukan oleh Petrus didengar oleh rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea, bahwa bangsa lain pun telah mendengar dan menerima Firman Allah ( v. 1 ).

Karya Petrus itu menimbulkan reaksi keras dari golongan orang-orang bersunat. ( v. 2 ). “Orang-orang dari golongan yang bersunat” adalah orang Yahudi Kristen yang sangat fanatik terhadap sunat. Mereka mendengar kabar Petrus membaptis Kornelius dan makan di rumah Kornelius, orang yang tak bersunat. Orang-orang dari golongan bersunat  memandang hal itu sebagai tindakan yang salah ( v. 3 ). Menurut mereka, orang Yahudi tak boleh bergaul dengan orang non Yahudi. Namun Petrus diutus Tuhan untuk meruntuhkan tembok pemisah itu. Petrus memberitakan Firman Allah kepada semua bangsa tanpa membedakan latarbelakangnya. Di mata TUHAN semua semua orang dari golongan apa pun adalah sama. Tuhan tak pernah membeda-bedakan orang. Semua mendapatkan kasih yang sama.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah apakah Saudara pernah membeda-bedakan orang? Selama ini, apakah Saudara mau bergaul dengan semua orang tanpa kecuali? Apakah selama ini  Saudara menyampaikan Firman dan kasih Allah hanya kepada orang-orang yang Saudara sukai saja ataukah kepada semua orang  ?

Tekad
Tuhan, mampukan aku untuk memberitakan Firman Tuhan, berita keselamatanMu dan kasihMu kepada semua orang tanpa terkecuali. Pakailah aku untuk meruntuhkan tembok pemisah antar manusia.

Tindakan
Aku akan meluangkan waktu untuk bergaul dengan semua orang. Aku juga akan memberitakan Firman Tuhan dengan cara menceritakan kasih dan kebaikan Tuhan yang telah kualami kepada orang-orang di sekitarku, dari golongan apa pun.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«