suplemenGKI.com

Keluaran 1:8-10

 

Antara Berkah dan Ibadah

 

Pengantar
Sikap hidup “susah melihat orang lain senang, senang melihat orang lain susah” akan membuat orang gagal memahami berkah Tuhan. Perenungan hari ini akan mengajak kita untuk melihat betapa pentingnya memahami berkah Tuhan sedemikian rupa, sehingga kita tidak melihatnya sebagai musibah, serta enggan beribadah kepada Allah Sang Sumber berkah itu.

 

Pemahaman

- ay. 8               : Mengapa raja baru yang memerintah Mesir itu tidak mengenal Yusuf?

- ay. 9-10        : track record apakah dari diri Yusuf yang tidak dikenal oleh raja baru
itu?

 

Pada dasarnya kisah keberadaan orang Israel di tanah Mesir dalam kitab Keluaran ini merupakan lanjutan kisah hijrahnya Yakub beserta seluruh keluarga besarnya ke Mesir dalam kitab Kejadian. Namun ada rentang waktu yang cukup panjang di antara kedua rangkaian kisah tersebut. Kisah kematian Yusuf (Kej. 50:26) terjadi + 220 tahun sebelum permulaan penganiayaan bangsa Israel (Kel. 1:11). Alkitab versi Hidup Berkelimpahan memberikan catatan sbb: Jikalau peristiwa keluaran diperkirakan sekitar tahun 1440 SM, maka Firaun “yang tidak mengenal Yusuf” mungkin adalah Thutmose I (1539-1514 SM) (Kis 7:18); dan Firaun pada saat keluaran adalah Amenhotep II (1447-1421 SM). Bila seorang Firaun memerintah selama 25 tahun, maka pemimpin Mesir yang tidak mengenal Yusuf itu adalah penguasa yang ke sembilan. Jadi tidaklah heran kalau penguasa tersebut tidak mengenal Yusuf.

Selain jasa-jasa Yusuf, salah satu hal yang tidak dikenal oleh raja baru itu dari diri Yusuf – dan keturunannya – adalah penyertaan Allah. Di tanah Mesir, Yusuf dikenal sebagai pribadi yang disertai Allah. Itulah track record Yusuf, baik ketika di rumah Potifar (Kej. 39:2, 3), di dalam penjara (Kej. 39:21, 23), maupun di hadapan Firaun (Kej. 41:38-39). Penyertaan Tuhan itu mendatangkan berkat. Namun di mata raja baru tersebut, berkat itu merupakan ancaman. Bahasa Ibrani yang diterjemahkan “kenal” di sini adalah “yada”, yang merujuk pada pengenalan yang dekat bagaikan suami istri – bukan hanya kenal secara mengetahui sambil lalu begitu saja. Raja baru itu tidak mengenal Tuhan di balik berkat yang diterima bangsa Israel, karena itu ia tidak mau beribadah kepada Allah yang disembah bangsa Israel. Ia kemudian merancang untuk melawan Allah itu.

 

Refleksi
Dari perenungan hari ini kita dapat belajar betapa pentingnya untuk mengenal Allah yang mencurahkan berkah dalam kehidupan kita. Tanpa pengenalan itu, berkah Allah dapat membuat hidup kita resah, sebagaimana yang dialami oleh raja baru dalam perenungan hari ini. Bila kita gagal mengenal Allah yang mencurahkan berkah kepada kita, maka kita juga akan gagal beribadah kepada Dia.

 

Tekad
Doa: Ya Allah, tolonglah saya untuk lebih terfokus pada Engkau Sang sumber berkah, daripada kepada berkah itu sendiri. Agar saya selalu beribadah kepada-Mu. Amin.

 

Tindakan
Mari kita memanjatkan doa syukur atas berkah Tuhan dengan menyebutkan paling sedikit 2 (dua) berkah yang kita terima.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«