suplemenGKI.com

Yeremia 14:1-9

KASIH TUHAN MELAMPAUI DOSA UMAT

PENGANTAR
Seorang anak berusia 7 tahun mendapatkan sebuah tablet baru sebagai hadiah ulang tahunnya. Sejak itu, sebagian besar waktu dan perhatiannya dihabiskan untuk bermain dengan tablet tersebut. Akibatnya, ia menjadi malas belajar dan kurang peduli terhadap nasihat orang tuanya.  Sang ibu pun menyita mainan baru tersebut, dan hanya akan menyerahkan kepadanya untuk digunakan pada waktu-waktu tertentu. Ketika sang ibu mengambil mainan tersebut dari tangannya, ia pun menangis dan berkata, “Mama jahat, mama jahat. Mama tidak sayang kepadaku!”

Ketika kita berbuat dosa dan harus menanggung akibatnya, kita pun sering bersikap seperti bocah berumur 7 tahun itu. Penderitaan akibat dosa dapat meruntuhkan keyakinan bahwa Allah tetap mengasihi kita, sehingga kita semakin jauh dari kasih-Nya. Padahal, ketika kita berbuat dosa dan harus menanggung akibatnya, kita justru sangat membutuhkan keyakinan dan jaminan bahwa Allah mengasihi kita dengan kasih yang kekal.

 

PEMAHAMAN

Ay. 1-6        Bencana apakah yang terjadi pada tanah Yehuda? Siapa saja yang menderita karena bencana tersebut? Mengapa mereka mengalami keadaan seperti itu? (lihat Im. 26:18-19; Ul. 28:22-24)

Ay. 7-9        Bagaimana bangsa Yehuda memahami bencana yang terjadi? Bagaimana mereka menanggapinya? Apa yang mereka minta dari Tuhan?

Tanah Yehuda mengalami musim kering yang panjang.  Akibatnya, seluruh penduduk tanah itu menanggung penderitaan yang hebat: para pembesar atau pemimpin (ay. 3), para petani (ay. 4), dan bahkan binatang-binatang (ay. 5-6). Seperti yang tertulis dalam Imamat 26:18-19 dan Ulangan 28:22-24, kekeringan adalah salah satu bencana yang digunakan Tuhan untuk menegur umat-Nya dan memanggil mereka untuk bertobat.

Orang-orang Yehuda memahami bahwa kekeringan itu adalah teguran atas dosa-dosa mereka. Namun, mereka berseru agar Tuhan membela mereka terhadap kesalahan-kesalahan yang menuduh mereka (ay. 7). Ini adalah cara mereka mengungkapkan keyakinan mereka akan kasih setia Tuhan. Mereka percaya bahwa Tuhan akan tetap mengasihi mereka, apa pun yang terjadi. Mereka tahu bahwa Tuhan bukanlah orang asing yang hanya datang hanya untuk singgah semalam, melainkan sebagai pemilik tanah Yehuda dan seluruh penduduknya, Ia akan tetap tinggal di sana untuk selamanya (ay. 8-9).

REFLEKSI
Sebesar apapun dosa Anda dan seberat apapun akibatnya, Allah tetap mengasihi Anda.

TEKADKU
Ya Tuhan, aku akan menghadapi penderitaan dan kesukaran di depanku – termasuk yang disebabkan oleh dosa-dosaku – dengan bersandar pada kasih setia-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan mengakui dosa-dosaku – khususnya dosa-dosa yang masih aku lakukan sampai sekarang – kepada Tuhan dan memohon ampun kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«