suplemenGKI.com

Senin, 17 Juni 2013

16/06/2013

APAKAH HIDUP SETIA TETAP MENJADI PILIHAN TERATAS

Yesaya 65 : 1 – 9

Pengantar
Kita sering berjumpa dengan kenyataan bahwa ada orang-orang yang hidup tidak setia kepada TUHAN tapi masih dapat menikmati kehidupan yang baik-baik saja. Penilaian ini bukan dalam arti kita merasa diri lebih baik atau lebih setia, tetapi secara umum ada harapan bahwa orang yang setia seharusnya mendapat kehidupan yang baik, dan orang yang tidak setia harus mengalami ketidakbaikan. Harapan ini untuk sementara waktu memang dapat tidak terlihat, namun pembacaan Alkitab pada hari ini dapat menolong kita untuk melihat apa yang sesungguhnya ada di balik kenyataan yang bersifat sementara ini. Jadi mana yang akan kita pilih, tetap hidup setia kepada TUHAN atau menghiraukan-NYA.

Pemahaman
Ayat 1 – 2   :  Bagaimana perhatian TUHAN kepada orang-orang yang tidak setia kepada-NYA ?

Ayat 3 – 5   :  Sebutkan perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak setia kepada TUHAN ?

Ayat 6 – 7   :  Apa yang akan TUHAN lakukan jika orang-orang tetap tidak setia kepada-NYA ?

Ayat 8 – 9   :  Bagaimana jika masih ada orang-orang yang hidup yang setia kepada TUHAN ?

TUHAN juga berkenan menyatakan perhatian-NYA kepada orang-orang yang tidak setia-NYA, baik dalam bentuk pemberian petunjuk, penyataan diri dan nama-NYA, serta uluran tangan kasih-NYA bagi mereka yang ternyata tetap tidak mau bertanya kepada-NYA, tidak mencari DIA, tidak memanggil nama-NYA, bahkan yang memberontak serta mengikuti rancangan mereka sendiri.

Dalam kenyataannya mereka justru tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang menyakiti hati TUHAN. Mereka melakukan penyembahan kepada para dewa dan hidup dalam ketidakkudusan di hadapan TUHAN. Terhadap berbagai perbuatan ini TUHAN ternyata tidak tinggal diam selamanya. TUHAN akan bertindak untuk menghukum mereka. TUHAN akan berperkara dengan mereka.

Namun sebaliknya jika ada orang-orang yang hidup dalam kesetiaan kepada TUHAN, maka bagi mereka yang setia ini akan diluputkan dari hukuman, dan akan mewarisi berkat yang DIA janjikan.

Refleksi
Marilah kita merenung sejenak, dan menilai kehidupan kita. Apakah selama ini kita telah menjadi orang yang setia kepada TUHAN dan memperhatikan apa yang menjadi karya dan kehendak-NYA dalam hidup kita ? Ataukah kita justru sering tidak menghiraukan karya dan kehendak TUHAN dalam hidup ini, bahkan secara terang-terangan melakukan perbuatan yang menyakiti hati TUHAN ?

Tekadku
TUHAN, saya mau belajar untuk makin menghayati kehadiran-MU, dan berupaya setia melakukan apa yang menjadi kehendak TUHAN serta menjauhkan segala hal yang menyakiti hati TUHAN.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan mencoba lebih menghayati kehadiran TUHAN dengan membangun relasi yang makin baik, dalam kesetiaan berjumpa, bertanya, dan berseru kepada TUHAN dalam segala keadaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«