suplemenGKI.com

Senin, 17 Juli 2017

16/07/2017

Bacaan : Yesaya 44 : 1 -5

Tema : Aku kepunyaan Tuhan

PENGANTAR
Tindakan keselamatan Allah, diringkas dalam kisah Keluaran, bukan sesuatu yang terjadi dimasa lalu, melainkan terulang kembali. Dengan demikian Keluaran merupakan sebuah pola dalam sejarah. Dalam Deutero-Yesaya ( Yesaya bagian ke 2 ) menunjukkan jalan kisah Keluaran untuk menerangi situasi umat Yahudi yang saat itu sedang menghadapi persoalan pembebasan dari Babel. Allah kembali menguatkan umat terbebas sebagai umat kepunyaan-Nya.

PEMAHAMAN

  1. Sebutan apakah yang dipakai Tuhan untuk meneguhkan kembali umat Yahudi yang dibebaskan ? ( ayat 1-2 ). Apa yang dilakukan Tuhan ?
  2. Apakah isi janji Tuhan kepada umat terbebas ? ( ayat 3-4 )
  3. Bagaimana umat menyebut diri mereka ? ( ayat 5 ).

Dalam tindakan penyelamatan Allah terhadap umat Israel yang terbuang di Babel, Tuhan meneguhkan umat terbebas dengan sebutan, Yakub, hamba-Ku dan Israel yang Kupilih. Hal ini dilakukan Tuhan untuk meneguhkan umat terbebas sebagai umat perjanjian, dimana Tuhan akan menepati janji-janji-Nya kepada umat terbebas seperti Tuhan menepati janji-Nya kepada Yakub. Untuk meneguhkan umat terbebas Tuhan berkata, “Jangan takut, hai hamba-Ku Yakub. Itu berarti bahwa penyertaan Tuhan kepada umat terbebas sama dengan penyertaan-Nya kepada Yakub.

Janji Tuhan akan digenapi kepada umat terbebas. Keturunan Israel akan menepati nasib mereka dengan bantuan roh, yang akan menghidupkan mereka seperti air yang memberi kehidupan kepada tanah yang kering. Kekuatan Roh yang akan mengubah kehidupan umat, sehingga mereka akan hidup dalam kemenangan iman. Dalam kemenangan iman seperti itu maka mereka akan bersukacita dengan mengatakan, “Aku kepunyaan Tuhan”.

Kebahagiaan seperti itulah yang harus kita rasakan saat ini, bahwa kitapun adalah umat kepunyaan Tuhan. Sebuah pengakuan yang akan membawa kita hidup dalam kekuatan, keteguhan dan kemenangan, karena sesungguhnya kita adalah “kepunyaan Tuhan” . Di satu sisi kita bangga karena kita adalah kepunyaan Tuhan, namun di sisi lain kita harus berhati-hati dan waspada, karena sebagai umat kepunyaan Tuhan kita harus hidup menjadi berkat bagi sesama.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil saat hening sejenak untuk merenungkan : Bagaimana perasaan saudara sebagai umat kepunyaan Tuhan ? Sebagai umat kepunyaan Tuhan, sudahkah hidup saudara berdampak ?

TEKADKU
Ya Tuhan ! saya bersyukur menjadi umat kepunyaan-Mu, biarlah melalui kehidupanku dapat menjadi berkat bagi sesama.

TINDAKANKU
Saya akan menjalani kehidupan saya sebagai umat kepunyaan Tuhan yang berdampak ( menjadi berkat ) bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*