suplemenGKI.com

Makna Hidup dalam Kekudusan TUHAN

 

Imamat 19 : 1 – 2, 9 – 18 

 

Pengantar
Pengenaan kata kudus kepada sesuatu hal sering dipahami sebagai tanda adanya nilai yang sakral dan yang harus dihormati dan biasanya dihubungkan dengan adanya kuasa supranatural. Tapi bagaimana dengan pemaknaan hidup kudus bagi umat TUHAN sebagaimana dinyatakan dalam Imamat 19: 1-2 dan 9 – 18 serta mengapa umat TUHAN perlu memiliki kehidupan yang kudus ? Terkait dengan hal itu kita meminjam kata ‘penting’ untuk menjembatani pemahaman hidup kudus, yaitu bahwa hidup kudus bukan melekat pada kuasa TUHAN, tapi seberapa kita menjadikan TUHAN hal terpenting dalam hidup kita. Untuk lebih jelasnya mari kita membaca dan memeriksa dengan teliti bacaan Alkitab hari ini.

Pemahaman
Ayat 1 – 2             :  Apa pesan penting yang disampaikan TUHAN kepada jemaah Israel melalui Musa  ?
Ayat 9 – 18           :  Apa pernyataan atau dasar penting yang diulang di setiap akhir dari dua ayat yang dituliskan?
Ayat  14 dan 18 :  Sebutkan dua kalimat penting berkaitan dengan keberadaan TUHAN dan sesama?

Pesan penting yang disampaikan TUHAN kepada umat-NYA adalah: “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” (ayat 2). Pesan ini sangat memberi dampak kuat kepada kehidupan umat TUHAN karena mengharuskan memiliki cara dan tindakan hidup yang berbeda dengan orang lain di sekitarnya yang belum mengenal TUHAN, yaitu dengan cara dan tindakan hidup dengan standar moral yang tinggi.

Pernyataan atau dasar penting yang diulang-ulang dalam beberapa ayat adalah : “Akulah TUHAN” (ayat 10, 12, 14, 16, dan 18). Perkataan TUHAN ini menjadi alasan dari semua tindakan umat kepada TUHAN maupun sesama. Karena hanya TUHAN yang harus ditaati, dan TUHAN memerintahkan umat TUHAN untuk memperlakukan sesamanya secara baik, dengan penuh kasih.

Maka dua kalimat penting yang berkaitan dengan keberadaan TUHAN dan sesama yang perlu diperhatikan adalah “Takut akan TUHAN” (ayat 14) dan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ayat 18).

Jadi TUHAN yang kudus bukan dinyatakan dalam kuasa-NYA, tapi justru dalam kasih-NYA. Dan takut akan TUHAN harus diartikan sebagai kehidupan yang terarah kepada TUHAN (memandang TUHAN sebagai yang mahapenting) serta memberlakukan kasih-NYA.

Refleksi
Apakah kita telah hidup dalam kekudusan TUHAN? Dimana kita menjadikan TUHAN sebagai yang mahapenting dalam hidup kita dan memberlakukan kasih-NYA ?

Tekad
Ya TUHAN, jadikan kami mampu hidup kudus di dalam TUHAN, dengan hanya memberlakukan apa yang penting menurut TUHAN.

Tindakanku
Hari ini saya akan mulai mengerjakan hal yang penting menurut TUHAN dan menjauhkan diri dari sikap mementingkan diri sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*