suplemenGKI.com

Mikha 5 : 1 – 5

Tuhan Berkenan Melibatkan Yang Kecil

PENGANTAR
Biasanya seseorang menilai orang lain berdasarkan kampung halamannya, warna kulitnya atau latar belakang kehidupannya. Sewaktu Tuhan Yesus melayani, orang-orang Yahudi menilai Yesus sebatas orang Nazaret, anak Yusuf dan Maria. Orang Yahudi berkata, “Bukankah dia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapaknya kita kenal ? bagaimana Ia dapat berkata, “Aku telah turun dari Sorga” ( Yoh 6 : 42 ). Jadi manusia seringkali memandang orang kecil tidak layak melakukan hal-hal yang penting dan besar. Melalui renungan kita hari ini, kita diingatkan bagaimana Tuhan dapat memakai siapa saja menjadi alat-Nya.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang ingin ditekankan oleh nabi Mikha tentang kedatangan Mesias ? ( ayat 1 )
  2. Mengapa nabi Mikha menyebut kota Betlehem ? apa kelebihan kota Betlehem ?
  3. Mengapa Tuhan melibatkan kota Betlehem yang kecil dalam karya penyelamatan-Nya ?

Nubuat nabi Mikha tentang kelahiran Sang Mesias memperlihatkan bahwa Tuhan Allah dalam kedaulatan-Nya menggunakan hal-hal kecil yang sering diabaikan manusia. Tindakan Tuhan Allah tersebut bertolak belakang dengan konsep dunia yang mengagung-agungkan hal-hal besar dan hebat. Untuk itu, kita dapat memahami, mengapa orang Majus mencari sang Mesias/Raja yang baru lahir di kota Yerusalem dan bukan di Betlehem. Karena dalam pemikiran dunia dapat dipastikan bahwa Sang Mesias/Raja pasti lahir di tengah-tengah keluarga kerajaan. Dan itu ada di Yerusalem. Para ahli Taurat menemukan tempat kelahiran Sang Mesias berdasarkan nubuat nabi Mikha bahwa Sang Raja/Mesias akan lahir di Betlehem.

Betlehem adalah salah satu kota terkecil di Yudea ( Yehuda ). Walaupun yang terkecil di Yehuda namun Betlehem sering disebut dalam berbagai peristiwa besar dalam Alkitab. Misalnya : Rahel istri Yakub mati di Betlehem (Kej 35:19). Naomi dan Rut orang Moab pulang ke Betlehem & membangun hidup baru ( Rut 1 : 19 ). Samuel mengurapi Daud menjadi raja di Bethlehem ( 1 Sam 16 : 1 ). Kita tidak tahu pasti, mengapa Tuhan menjadikan Bethlehem sebagai tempat kelahiran juruselamat. Namun yang pasti adalah bahwa Tuhan berkenan melibatkan Betlehem yang kecil dalam karya penyelamatan bagi manusia. Untuk itu kita perlu belajar dari hal tersebut agar menghargai orang kecil. Jika kita bertanya kepada diri sendiri, siapakah aku ini dihadapan Tuhan ? mungkin jawabannya adalah : saya adalah orang kecil. Dan jika Tuhan mau melibatkan kita yang adalah orang kecil ini dalam karya-Nya dengan segala keterbatasan dan kelemahan kita, itulah yang disebut Anugerah.

REFLEKSI
Marilah kita berdiam diri sejenak, lalu renungkan : Siapakah diri anda dihadapan Tuhan ? mengapa Tuhan mau memakai anda dalam karya-Nya ?

TEKADKU
Ya Tuhan, saya adalah orang biasa, pakailah aku menjadi dalam karya-Mu.

TINDAKANKU
Saya adalah orang kecil, namun saya harus siap dipakai Tuhan menjadi alat-Nya.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*