suplemenGKI.com

Bacaan : MIKHA 5: 1-5

BAGAIMANA  ”JIKA”…

Mikha berasal dari Moresyet-Gat, sebuah desa di dataran rendah negeri Yehuda di bawah pengawasan kekuatan militer di Lakhis. Ia memberitakan firman Allah kepada Israel dan Yehuda pada tahun 733-701 SM.  Ia melayani sebagai nabi di saat Yerusalem dalam kondisi yang sangat buruk. Kondisi itu ditandai dengan kualitas para pemimpin yang korup (Mikha 3: 9-12), sedemikian busuknya sampai-sampai dikatakan bahwa Sion didirikan dengan darah & Yerusalem dengan kelaliman!  Hal itu masih ditambah lagi dengan situasi moral masyarakat yang amat merosot (Mikha 7: 1-6), begitu merosotnya sehingga bahkan orang yang terbaik dari mereka seperti semak duri!

Pertanyaan Penuntun :

  1. Jika kita menjadi warga masyarakat dimana nabi Mikha ini pernah hidup, suasana macam apa yang kita rasakan?  Masih adakah pengharapan yang kita miliki?
  2. Selanjutnya, jika kita menjadi penduduk dari sebuah kota yang begitu kecil—bahkan dibilang paling kecil dari seluruh Yehuda, apakah kita masih memiliki pengharapan untuk mengatasi situasi yang ada termasuk nubuatan tentang lahirnya Sang Mesias ? Apa yang menjadi dasar jawaban kita?

Renungan :

Beberapa tahun yang lalu, sekelompok sejarawan mengarang buku berjudul ”If-Or History Rewritten (Jika Sejarah Ditulis Ulang-Atau jika Tidak).”  Baiklah kita mencoba melakukan hal yang sama dalam ruang lingkup negeri kita. Bagaimana jika Belanda tidak menjajah negeri kita selama 31/2 abad?  Atau bagaimana jika Inggris yang menjajah kita ? Bagaimana jika presiden Soeharto tidak lengser di tahun 1998? Atau bagaimana jika presiden SBY tidak memenangi jabatan presiden untuk yang keduakalinya?

Usaha untuk merekonstruksi masa lalu berdasarkan ”jika-jika” itu hanyalah permainan para sejarawan.  Namun, mari kita terapkan hal ini pada suatu peristiwa penting dalam sejarah, yaitu: kelahiran Yesus Kristus.  Hal itu telah dinubuatkan dengan tepat oleh nabi Mikha ratusan tahun sebelumnya.  Pertanyaan ”Jika” terbesar yang paling mengejutkan adalah : ”Bagaimana jika Yesus tidak lahir seperti yang telah dinubuatkan?”

”Jika” seperti itulah yang sulit untuk dibayangkan. Layaknya membayangkan bagaimana jadinya besok pagi hari, saat kita bangun dari tidur yang lelap, kita memulai hari tanpa fajar? Apa jadinya jika langit saat kita tidur kembali tanpa kehadiran sebuah bintang? Namun ”jika” yang satu ini memang perlu direnungkan dengan betul-betul serius, terutama di saat Natal sekarang ini, karena kebanyakan dari kita telah melupakan makna kedatangan Kristus yang sesungguhnya.

Dapatkah kita membayangkan apa jadinya dunia tanpa Kristus?atau apa jadinya jika kita mati tanpa Kristus ? Maka dapatlah dipastikan bahwa dunia tanpa Kristus akan menjadi dunia yang dikuasai oleh kegelapan, manusia masih dibelenggu oleh dosa, dan kita menjadi orang yang paling malang di dunia ini karena tidak memiliki pengharapan dan pasti masuk neraka. Akan tetapi syukur kepada Allah karena nubuatan nabi Mikha telah tergenapi, Sang Mesias yaitu Yesus Kristus telah lahir di Betlehem Efrata. Marilah kita memperingati kelahiranNya dalam sujud dan puja, pada hari natal yang penuh sukacita. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*