suplemenGKI.com

SAKSI TUHAN

Yesaya 43:8-13

 

Pengantar
Bersaksi tentang Tuhan melalui kehidupan sehari-hari merupakan tugas umat percaya. Melalui kesaksian itulah, kita berharap agar orang lain dapat turut mengenal dan merasakan Tuhan yang penuh kasih. Ketika kita bersaksi dalam kondisi yang tanpa masalah, pasti kita akan bersukacita dan tanpa beban untuk melakukannya. Sebaliknya, bersaksi dalam kondisi yang penuh pergumulan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Barangkali yang ada di dalam benak kita adalah sebagai berikut: “Bagaimana mungkin saya dapat bercerita tentang kebaikan Tuhan, sementara saya sendiri membutuhkan penguatan dalam ketidakberdayaan? “ Saudara, hari ini kita akan merenungkan bagaimana menjadi saksi Tuhan dalam berbagai kondisi, sekalipun harus mengalami kondisi yang tidak berdaya.

Pemahaman

  • Ayat 8-10       : Mengapa Israel dipilih sebagai saksi Tuhan?
  • Ayat 13          : Janji apakah yang akan dinyatakan bagi umat yang disebut sebagai saksi Tuhan itu?

Yesaya 43 adalah kitab yang ditulis pada masa akhir pembuangan umat Israel di Babel. Pada saat itu kondisi bangsa Israel sedang mengalami keterpurukan. Dalam keterpurukan itulah, mereka sesungguhnya menyadari segala kesalahan yang telah diperbuat di hadapan Tuhan serta memikirkan bagaimana masa depan mereka kelak. Di sisi lain, mereka juga diperhadapkan dengan suatu kenyataan akan keberadaan bangsa-bangsa lain yang hidup dalam penyembahan berhala. Para penyembah berhala itu akan tampil dan mengatakan apa yang perlu dikatakan untuk membela berhala-berhala mereka, serta mencari pembenaran atas diri sendiri (ayat 8-9). Dalam keadaan demikian, orang Israel merasa dirinya tidak berharga dan berpikir bahwa Allah tidak akan menyelamatkan mereka lagi.

Bangsa Israel telah keliru menilai Allah. Allah sama sekali tidak akan meninggalkan mereka. Allah tidak akan mengingat-ingat segala kesalahan Israel, melainkan akan mengampuni dan memulihkan kehidupan mereka.  Dalam keterpurukan yang sedang mereka alami, Allah mau membangkitkan semangat mereka dengan memberikan kepercayaan kepada Israel untuk menjadi saksi Tuhan (ayat 10). Bangsa Israel dipilih untuk menjadi saksi Tuhan untuk mengabarkan karya keselamatan bagi bangsa lain, bahwa hanya Tuhan-lah satu-satunya Allah yang benar, Juruselamat, dan yang memiliki kuasa tidak terbatas (ayat 11).

Allah memperkuat kepercayaan yang diberikan kepada bangsa Israel untuk menjadi saksi-Nya dengan memberikan suatu janji bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang kasih setia-Nya tak akan berubah (ayat 13). Dengan demikian Israel tidak lagi menjadi lesu, melainkan bangkit kembali untuk mengarahkan pandangan ke depan dan bersiap untuk menjadi berkat bagi bangsa lain.

Refleksi
Ambillah waktu hening sejenak dan renungkanlah: Kapan terakhir kalinya saudara bersaksi kepada orang lain tentang kebaikan yang Tuhan nyatakan? Hal-hal apa sajakah yang membuat saudara terhenti sesaat untuk mempersaksikan kasih Tuhan kepada orang lain? Saudara, kita telah dipilih untuk menjadi umat Allah. Waktu hidup di dunia ini sangatlah singkat. Oleh karena itu marilah kita belajar untuk mempergunakan kesempatan hidup yang diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku dan keluargaku lebih sering memikirkan kepentingan pribadi dan lupa akan identitas diri sebagai saksi Tuhan. Ajar kami untuk menghargai kesempatan hidup yang Engkau berikan.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan mengajak anggota keluargaku tidak berfokus pada kepentingan diri sendiri, melainkan bersiap untuk menjadi saksi Tuhan dengan melakukan kebaikan bagi orang-orang sekitar yang membutuhkan penguatan dan penghiburan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«