suplemenGKI.com

TUHAN DI PIHAK KITA

Amos 8:4-7

 

Pengantar
Indonesia adalah negeri yang kaya akan potensi sumber daya alamnya. Bahkan dari tahun ke tahun, Indonesia turut mengalami perubahan baik di bidang pendidikan, teknologi, maupun infrastruktur lainnya. Kendati demikian, rupanya masih terselip cerita tentang para koruptor yang memakan uang rakyat. Berbagai masalah tentang korupsi mulai terpecahkan satu per satu. Hal ini memberikan kelegaan pada masyarakat karena secara tidak langsung tindakan korupsi merupakan bentuk penindasan dan perampasan hak milik rakyat. Penindasan adalah tindakan memperlakukan orang lain dengan sewenang-wenang. Orang yang mengalami penindasan, membutuhkan seorang penolong yang dapat memihak atau membela perkaranya. Bacaan hari ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana pembelaan Tuhan terhadap orang-orang yang mengalami penindasan.

Pemahaman

  • Ayat 4-6         : Apa yang terjadi pada orang-orang miskin dan lemah dalam bagian ini?
  • Ayat 5             : Apa yang Tuhan lakukan kepada para penindas?

Amos adalah orang dari Yehuda yang melayani di Israel. Amos melayani pada masa pemerintahan Raja Yerobeam di Israel Utara dan Raja Uzia di Yehuda.  Amos 8:4-7 hendak menceritakan bahwa dalam situasi ekonomi dan sosial, para orang miskin dan lemah mengalami penindasan oleh para penguasa. Hal ini dilatarbelakangi oleh perdagangan yang meningkat tajam, pembangunan gedung yang makin berkembang, jumlah rumah yang semakin banyak, dan perabotan yang semakin bervariasi. Pengembangbiakan anggur dan ternak meningkat untuk mencukupi permintaan pelanggan karena kehausan pelampiasan akan pesta-pesta. Oleh karena itulah, para penguasa menyalahgunakan kekuasaan dan kekayaan mereka untuk menindas rakyat yang miskin dan lemah. Ketidakadilan dapat ditemui dengan mudah di mana-mana: orang-orang miskin dan lemah mengalami eksploitasi (ayat 4), praktek penipuan dalam berbisnis pun semakin menguntungkan (ayat 5), perbudakan karena hutang yang belum terbayar semakin beragam bentuknya (ayat 6).

Allah tidak tinggal diam melihat penindasan yang terjadi. Allah berfirman melalui Amos, bahwa Ia tidak akan melupakan segala perbuatan para penindas (ayat 7). Allah mengetahui bahwa para penindas itu sesungguhnya beribadah kepada-Nya, namun hidup mereka secara keseluruhan bertentangan dengan segala ketetapan-Nya. Kemunafikan yang ada dalam diri mereka, membuat Allah muak dan murka. Allah akan bertindak di pihak umat-Nya, membela dan menolong dari segala penindasan yang terjadi. Allah sendiri yang akan memberikan penghukuman bagi para penguasa, sehingga mereka menyadari segala kemunafikan dan keberdosaannya.

Refleksi
Saudara, penindasan ada kalanya terjadi dalam lingkup keluarga, pekerjaan, dan sebagainya. Seringkali penindasan itu terjadi dalam bentuk eksploitasi ketika seseorang menginginkan kita untuk menjadi pribadi yang mampu menyenangkan dan memuaskan hatinya. Saat ini, dalam keheningan pejamkan mata saudara sejenak dan ingatlah kembali: adakah saat ini saudara mengalami penindasan serupa atau bentuk penindasan yang lain? Bagaimanakah sikap saudara ketika mengalami hal itu? Tetap bertekun dalam iman-kah atau justru menyerah dengan keadaan yang saudara alami? 

Tekad
Ya Tuhan, ampunilah bila selama ini aku menyerah dengan segala hal yang terjadi dalam hidupku. Ajarku menyadari bahwa Engkau selalu ada bersamaku dan memberi kekuatan yang baru.

Tindakan
Sebagai tekad yang baru di dalam Tuhan dan menyadari keberpihakan-Nya atas semua masalahku, aku akan menyanyikan lagu “KU TAK AKAN MENYERAH”. Aku akan selalu bertekun dalam iman, pengharapan, dan kasihku kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*